p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Academia Open
Deka Ismi Mori Saputra
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wall Passing as a Training Method for Basic Sepak Takraw Skills: Passing Dengan Tembok Sebagai Metode Latihan Sepak Takraw Dasar Amanda Virginia; Deka Ismi Mori Saputra; Raja Bani Pilitan; Ikhsan Maulana Putra; Desi Tri Susanti
Academia Open Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12082

Abstract

General Background: Sepak takraw requires strong fundamental skills, particularly sepak sila passing, to ensure effective gameplay. Specific Background: However, the mastery of passing techniques among PSTI Merangin athletes remains low due to monotonous and traditional training methods. Knowledge Gap: There has been no scientific evidence examining the effectiveness of wall passing drills in developing sepak sila passing skills. Aims: This study aimed to evaluate the application of wall passing training on the sepak sila passing ability of PSTI Merangin athletes. Results: An experimental design with one group pretest-posttest was conducted on 15 athletes, showing an average score improvement from 6.00 to 7.40. A paired t-test yielded a value of 6.548 with a significance of 0.000 (p<0.05), indicating a significant increase in passing skills. Novelty: Wall-based training proved to be a simple yet effective self-training method for building muscle memory, accuracy, and movement consistency in sepak takraw passing. Implications: These findings provide practical contributions for coaches and physical education teachers as an affordable, independent, and applicable training alternative in sepak takraw development. Highlight: Wall passing training improves accuracy and control in sepak sila passing. A simple method suitable for regional-level athletes. Relevant for practical training programs in schools and clubs. Keywords: Sepak Takraw, Passing, Fundamental Skills, Wall Training, Athlete Performance
Social Interaction Dynamics and Motivation of Youth Football Players: Dinamika Interaksi Sosial dan Motivasi Pemain Sepak Bola Usia Muda Romi Saputra; Deka Ismi Mori Saputra; Raja Bani Pilitan; Ikhsan Maulana Putra; Jhony Hendra; Titis Wulandari
Academia Open Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12084

Abstract

General Background: Sepak bola usia muda tidak hanya membina keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, motivasi, dan dinamika sosial pemain. Specific Background: Perkembangan komunikasi digital melalui media sosial mengubah pola interaksi antara pemain, pelatih, dan manajemen, yang berpotensi memengaruhi motivasi dan kohesi tim. Knowledge Gap: Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti motivasi atlet secara umum, namun belum banyak mengkaji peran media sosial dalam interaksi sosial dan motivasi di sekolah sepak bola. Aims: Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika interaksi sosial serta faktor-faktor motivasi pemain di Sekolah Sepak Bola Sangar Muda. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di SSB Sangar Muda berlangsung akrab dan harmonis, namun komunikasi lebih dominan terjadi melalui media sosial daripada tatap muka, sehingga menurunkan kedekatan emosional. Motivasi pemain dipengaruhi oleh cita-cita menjadi profesional, kepuasan pribadi, kesenangan berlatih, dukungan keluarga, peran pelatih, pengaruh teman sebaya, serta penghargaan. Novelty: Studi ini menyoroti pergeseran komunikasi ke ruang digital sebagai faktor baru dalam pembinaan sepak bola usia dini. Implications: Temuan memberikan strategi praktis bagi pelatih dan manajemen untuk menggabungkan komunikasi digital dengan interaksi tatap muka agar terbentuk kohesi emosional dan motivasi berkelanjutan. Highlight: Pemain lebih banyak berkomunikasi melalui media sosial dibanding tatap muka. Motivasi dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk dukungan keluarga serta pelatih. Strategi pembinaan perlu menggabungkan komunikasi digital dan interaksi langsung untuk menjaga kohesi tim. Keywords: Social Interaction, Player Motivation, Youth Football, Digital Communication, Coaching