Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peduli Lansia dengan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Gratis di Desa Langko Mustakim; Lino Adi Setya; Ade Irawan Daud; Godlife Harvi; Nita Elinda; Aena Irawati; Ziadatul Fanny; Molida Sofiani; Petro Nela Tefania Dappa Tadi; Susan Damayanti; Inam Delima; Dewi Natalia Sri Harmoni; Novia Dara Puspita
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/y329pz64

Abstract

Desa Langko merupakan daerah dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan. Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit masih relatif rendah. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan komplikasi yang tidak terdeteksi. Tujuan:Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis serta memberikan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pemeriksaan kesehatan rutin. Metode: kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif. Pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Persiapan dan koordinasi dengan perangkat desa; (2) Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tekanan darah, gula darah,timbng berat badan,dan pemberian vitamin/obat-obatan) serta penyuluhan kesehatan; (3) Evaluasi dan konsultasi hasil. Partisipasi masyarakat diukur melalui kehadiran dan antusiasme dalam sesi tanya jawab. Hasil: Kurang Leih Sebanyak 150 warga Desa Langko berpartisipasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan 35% peserta memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), 20% memiliki kadar gula darah di atas normal, dan 18% memiliki kadar kolesterol tinggi. Sebagian besar peserta (85%) tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan berdasarkan pre-test dan post-test sesi edukasi. Kesimpulan: terdapat prevalensi faktor risiko penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia) yang cukup tinggi di Desa Langko. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan akses layanan kesehatan langsung dan meningkatkan pemahaman pada masyarakat. Diperlukan program berkelanjutan dan kerja sama dengan puskesmas setempat untuk pemantauan lanjutan peserta yang teridentifikasi memiliki risiko kesehatan.
Isolasi dan Penetapan Kadar Senyawa Flavonoid Pada Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Menggunakan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Munawir Munawir; Dewi Natalia Sri Harmoni; Lalu Mariawan Alfarizi; Novia Dara Puspita
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1093

Abstract

Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa alami yang banyak ditemukan dalam tumbuhan dan dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi serta menentukan kadar senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun pepaya dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan spektrofotometri UV-Vis. Proses dimulai dengan ekstraksi daun pepaya menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi selama tiga hari. Ekstrak kemudian difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air guna memisahkan senyawa berdasarkan tingkat kepolarannya. Fraksi etil asetat, yang diduga mengandung senyawa flavonoid, selanjutnya dianalisis menggunakan KLT. Identifikasi dilakukan dengan pelarut pengembang etil asetat : asam asetat glasial : air (10:2:1), dan deteksi flavonoid dilakukan menggunakan pereaksi sitroborat di bawah sinar UV pada panjang gelombang 254 nm. Adanya noda fluoresen pada pelat KLT menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,85 menghasilkan warna hijau tua. Selanjutnya, penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 432 nm, menggunakan kuersetin sebagai standar. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya mengandung kadar senyawa flavonoid total sebesar 17,52%. Hasil ini menunjukkan bahwa daun pepaya mengandung flavonoid dalam jumlah yang cukup signifikan.