Ardheta Mulya Khasanah
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KOPI MELALUI PENGELOLAAN LIMBAH KOPI BERBASIS CIRCULAR ECONOMY: RANCANGAN MODEL BISNIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC-CE) UNTUK KELOMPOK TANI SUMBER ALAM DI DESA CICADAS, KABUPATEN SUBANG: Empowering Coffee Farmer Groups through Circular Economy-Based Coffee Waste Management: Business Model Canvas (BMC-CE) Design for the Sumber Alam Farmer Group in Cicadas Village, Subang Regency Asep Kurniawan; Ardheta Mulya Khasanah; Atikah Dewi Rosi
Gapura (Garba Pembangunan Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : STIESA-PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang model bisnis berbasis Circular Economy (CE) yang dapat meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan ekonomi bagi Kelompok Tani Sumber Alam, sebuah kelompok petani kopi di Desa Cicadas, Kabupaten Subang. Selama ini, aktivitas usaha kelompok masih berorientasi pada model linier: panen, pengeringan, dan penjualan biji kopi mentah (green bean) kepada pengepul. Limbah kopi berupa kulit ceri, pulp, dan ampas kopi belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga potensi nilai ekonomi dan efisiensi biaya produksi belum tercapai. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kasus dan partisipasi masyarakat, kegiatan ini berfokus pada analisis kondisi model bisnis eksisting, identifikasi potensi pengolahan limbah kopi, serta perancangan integrasi circular economy ke dalam sembilan blok Business Model Canvas (BMC). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan prinsip CE melalui diversifikasi produk turunan limbah seperti pupuk organik, biochar, briket energi, teh kulit kopi (kaskara), dan sabun alami dari ampas kopi dapat menciptakan aliran pendapatan baru sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Dengan dukungan penerapan akuntansi manajemen lingkungan (EMA), perhitungan biaya berbasis aktivitas (ABC), dan analisis biaya daur hidup (LCC), kelompok tani dapat memonitor efisiensi dan kelayakan ekonomi program secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam membangun model bisnis pertanian sirkular yang tangguh dan berkeadilan