Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang model bisnis berbasis Circular Economy (CE) yang dapat meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan ekonomi bagi Kelompok Tani Sumber Alam, sebuah kelompok petani kopi di Desa Cicadas, Kabupaten Subang. Selama ini, aktivitas usaha kelompok masih berorientasi pada model linier: panen, pengeringan, dan penjualan biji kopi mentah (green bean) kepada pengepul. Limbah kopi berupa kulit ceri, pulp, dan ampas kopi belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga potensi nilai ekonomi dan efisiensi biaya produksi belum tercapai. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kasus dan partisipasi masyarakat, kegiatan ini berfokus pada analisis kondisi model bisnis eksisting, identifikasi potensi pengolahan limbah kopi, serta perancangan integrasi circular economy ke dalam sembilan blok Business Model Canvas (BMC). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan prinsip CE melalui diversifikasi produk turunan limbah seperti pupuk organik, biochar, briket energi, teh kulit kopi (kaskara), dan sabun alami dari ampas kopi dapat menciptakan aliran pendapatan baru sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Dengan dukungan penerapan akuntansi manajemen lingkungan (EMA), perhitungan biaya berbasis aktivitas (ABC), dan analisis biaya daur hidup (LCC), kelompok tani dapat memonitor efisiensi dan kelayakan ekonomi program secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam membangun model bisnis pertanian sirkular yang tangguh dan berkeadilan