Bahan baku untuk pembuatan briket arang dapat memanfaatkan berbagai limbah biomassa yang berasal dari sumber hayati seperti dari daunan, rumput, limbah pertanian dan rumah tangga. Limbah biomassa terdiri dari dua macam yaitu dari limbah kayu dan non kayu. Limbah biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah cangkang kemiri dan tempurung kelapa. Tempurung kelapa mempunyai komposisi kandungan selulosa 26,27 %, hemiselulosa 12,61 %, lignin 42,96 % dan cangkang kemiri mengandung holoselulosa 49,22%, lignin 54,46%. (Permana et al., 2012). Kandungan lignin yang tinggi berpotensi untuk menghasilkan nilai kalor yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang cangkang kemiri dan tempurung kelapa berdasarkan standar SNI 01-6235-2000, pengaruh perlakuan terhadap pengujian sifat fisis briket arang serta mengetahui nilai sifat fisis briket arang cangkang kemiri dan tempurung kelapa.Berdasarkan hasil pengujian kadar air cangkang kemiri dan tempurung kelapa telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000. Nilai kadar abu briket arang cangkang kemiri dan tempurung kelapa belum memenuhi standar. Nilai zat terbang briket arang cangkang kemiri telah memenuhi standar sementara tempurung kelapa belum memenuhi standar. Nilai kalor cangkang kemiri memenuhi standar sementara tempurung kelapa belum memenuhi standar. Nilai karbon terikat briket arang cangkang kemiri dan tempurung kelapa telah memenuhi standar. Hasil uji analisis keragaman menunjukan perlakuan jenis bahan baku berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar zat terbang, karbon terikat dan nilai kalor tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Nilai kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, nilai kalor cangkang kemiri dan tempurung kelapa : 0,88%; 0,30%; 9,48%; 16.94%;11,79%; 19,30; 77,86%;63,48%; 5114 cal/gr; 3883 cal/gr. Berdasarkan nilai fisis maka briket arang cangkang kemiri memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan briket tempurung kelapa.