Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Konservasi Mangrove di Provinsi Bali Rainey Windayati; Unggul Widyarko; Alif Putra Lestari
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.203

Abstract

AbstrakPenelitian ini meninjau secara komprehensif bentuk serta faktor pendorong partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi mangrove di Provinsi Bali. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa ekosistem mangrove memiliki peran geografis penting dalam stabilitas pesisir, penyediaan jasa ekosistem, dan ketahanan sosial-ekologis masyarakat pesisir. Melalui telaah literatur nasional maupun internasional, studi ini mengidentifikasi bahwa partisipasi masyarakat di Provinsi Bali umumnya terbagi dalam tiga bentuk: partisipasi langsung melalui penanaman dan pemeliharaan mangrove, partisipasi kelembagaan melalui kelompok masyarakat dan organisasi adat, serta partisipasi kolaboratif melalui kemitraan dengan NGO dan institusi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan program konservasi mangrove di Provinsi Bali sangat dipengaruhi kearifan lokal berbasis desa adat, dukungan kebijakan daerah, serta keberlanjutan pendampingan oleh NGO. Di sisi lain, tantangan seperti konflik pemanfaatan lahan pesisir, rendahnya literasi ekologi, dan ketergantungan pada proyek jangka pendek masih menghambat efektivitas partisipasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan geografis dalam memahami hubungan manusia-lingkungan yang membentuk pola partisipasi masyarakat, serta perlunya strategi pengelolaan yang berbasis komunitas, berkelanjutan, dan sensitif terhadap dinamika ruang pesisir.Kata Kunci: partisipasi masyarakat; mangrove; konservasi; pesisir; Bali. AbstractThis study comprehensively examines the forms and driving factors of community participation in mangrove conservation efforts in Bali Province. It begins with the recognition that mangrove ecosystems hold an essential geographical role—protecting coastlines, supporting vital ecosystem services, and strengthening the social and ecological resilience of Bali’s coastal communities. By reviewing both national and international literature, including reports from local NGOs, the study identifies three main forms of community participation: direct involvement in planting and maintaining mangroves, organizational participation through community groups and traditional village institutions, and collaborative efforts carried out in partnership with NGOs and government agencies. The findings show that successful mangrove conservation in Bali is strongly shaped by local wisdom embedded in the traditional village (desa adat) system, supportive regional policies, and ongoing facilitation from NGOs. However, persistent challenges remain, such as competition over coastal land use, limited ecological awareness, and reliance on short-term project funding. Overall, this study highlights the importance of applying a geographical perspective to understand how human–environment relationships influence patterns of community involvement. It also emphasizes the need for community-based, sustainable, and spatially responsive management strategies.Keywords: community participation; mangrove; conservation; coastal; Bali.
PEMETAAN PARTISIPATIF KOMODITAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN UNTUK PENYEDIAAN DATA SPASIAL SERTA PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT Rainey Windayati; Unggul Widyanarko; Alif Putra Lestari; Inaz Khusnul Khotimah; Ahmad Saikhu; Chalia Chistella
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i1.13231

Abstract

Desa Jubung, yang terletak di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, memiliki berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Namun, penyebaran spasial komoditas tersebut belum tercatat, sehingga membatasi kemampuan masyarakat dalam merencanakan penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghasilkan peta yang akurat mengenai komoditas pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola data spasial. Metode yang digunakan adalah pemetaan partisipatif, yang melibatkan aparat desa melalui wawancara, diskusi kelompok terarah, serta pengumpulan data di lapangan dengan menggunakan aplikasi Epicollect 5. Validasi data dilakukan melalui survei lapangan dan verifikasi yang melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga menghasilkan peta tematik yang menunjukkan distribusi berbagai komoditas pertanian dan perkebunan di Desa Jubung. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa potensi pertanian di Desa Jubung didominasi oleh komoditas pangan, khususnya Padi, yang didukung oleh Jagung, Pisang, Sengon, serta beberapa jenis hortikultura dan perkebunan. Desa Jubung memiliki fondasi yang solid dalam ketahanan pangan, namun masih ada peluang besar untuk mengembangkan komoditas bernilai ekonomi yang lebih tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data spasial terbaru, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan pemetaan sebagai landasan pengambilan keputusan. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa dan diperbarui secara berkala sebagai alat strategis untuk mendukung pemantauan dan keberlanjutan program.