Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Prinsip Non-Intervensi ASEAN terhadap Upaya Negosiasi Indonesia Dalam Menangani Konflik Kudeta Myanmar Zahratunnisa Ramadhani; Mabrurah Mabrurah
Global Political Studies Journal Vol 5 No 2 (2021): Global Political Studies Journal
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/gpsjournal.v5i2.5954

Abstract

On 1 February 2021 Myanmar's democratization was once again threatened, following a military junta coup against the Government of Myanmar, by detaining several leaders, including Myanmar President Win Myint and Aung san suu kyi, the State Advisor. This study aims to analyze the Indonesia government's efforts to disarm the current conflict in Myanmar, while still respecting the principle of non-intervention, a mutual agreement between the ASEAN members. The method of research chosen is qualitative descriptive using techniques used for data collection through journals, papers, web sites and other reliable sources. Moreover, to strengthen the argument, the author uses the constructivism theory of Alexander Went which is linked by an analysis of Indonesia's efforts in the conflict in Myanmar. This study focuses on the effect of the ASEAN non-intervention principle on Indonesia's conflict resolution efforts. The results of this study show that the application of the ASEAN principle of non-intervention by ASEAN on the one hand gives Member States the flexibility to solve their internal problems without any interference from other countries. however, on the other hand, this principle becomes a barrier for ASEAN member countries to implement certain mechanisms in some cases, such as the current case of the coup conflict. Keywords : The principle of non-intervention, Myanmar Conflict, Negotiation
Peningkatan Kemampuan Diplomasi Siswa Melalui Simulasi Sidang Model United Nations di SMA Santo Carolus Surabaya Fadhilah Permata Nira; Annisa Kirana Andaneswari; Izzatinnisa Izzatinnisa; Zahratunnisa Ramadhani
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i2.2752

Abstract

Simulasi sidang internasional seperti Model United Nations (MUN) adalah salah satu cara yang bisa dimanfaatkan sebagai media dalam meningkatkan kemampuan berdiplomasi bagi siswa kelas XII SMA Santo Carolus Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga hari yaitu sejak Selasa-Kamis, 14-16 Oktober 2025. Adapun rincian kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) sosialisasi yakni sesi pengenalan kegiatan yaitu sidang internasional atau MUN yang dilakukan oleh tim proghram studi Hubungan Internasional Universitasn Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan pendampingan pembuatan position paper, (2) pelaksanaan kegiatan yakni simulasi sidang internasional atau MUN, (3) evaluasi serta rekomendasi yakni evaluasi terkait jalannya kegiatan dan rekomendasinya dari Prodi Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur dan Pihak SMA Santo Carolus Surabaya. Urgensi dari pengabdian ini adalah mengupayakan kemampuan berpendapat atau berbicara bagi para siswa di depan umum sebagai solusi terhadap metode pembelajaran yang bersifat tekstual semata. Terselenggaranya kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan public speaking bagi siswa. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah mampu mengukur kemampuan diplomasi siswa kelas XII SMA Santo Carolus Surabaya melalui lima indikator yang dikembangkan melalui pendekatan practice diplomacy ala Sir Ernest Satow. Adapun lima indikator tersebut adalah (1) representasi, (2) komunikasi, (3) negosiasi, (4) analisis, dan (5) proteksi kepentingan. Adapun hasil pengamatan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan diplomasi siswa yang diukur dengan lima indikator di atas memiliki hasil yang baik. Hasil ini dapat dilihat dengan rincian dalam lima indikator practice diplomacy yaitu (1) representasi; 80%, (2) komunikasi: 85%, (3) negosiasi: 75%, (4) analisis: 62,5%, dan (5) proteksi kepentingan: 82,5%. Berdasarkan indikator di atas diketahui rata-rata kemampuan siswa kelas XII SMA Santo Carolus Surabaya yakni 77%.