Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Gerakan Tubuh Asam Urat pada Lansia Tentry Fuji Purwanti; Iqbal Sutisna; Najlaa Fauziyyah Utami; Carla Youlanda; Nasywa Syaadiah Kartika; Dinna Alifia Novitri; Alia Siti Patimah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3006

Abstract

Studi ini dilatar belakangi oleh masalah tingginya kasus asam urat pada lansia, yang sering menyebabkan nyeri sendi dan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan tindakan non-farmakologis sederhana dan mudah diterapkan di Masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah Body Movement Therapy (BMT) berpengaruh terhadap kadar asam urat dan tingkat nyeri pada lansia. Metode yang dipakai adalah deskriptif dengan desain pre-test dan post-test pada seorang lansia perempuan berusia 70 tahun. Kegiatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Rangkaian kegiatan ini meliputi penyampaian informasi kesehatan, pemeriksaan kadar asam urat dengan alat Point of Care Testing ( POCT), pengukuran nyeri dengan Visual Analogue Scale (VAS), dan pelaksanaa BMT selama 7 menit tiap sesi. Hasilnya menunjukkan kadar asam urat pasien turun dari 7,9 mg/dL menjadi 6,5 mg/dL, dan tingkat nyeri turun dari skala 5 menjadi 3. Dapat disimpulkan bahwa BMT punya dampak baik dalam menurunkan kadar asam urat dan nyeri sendi pada lansia. Kegiatan ini berguna untuk menambah wawasan lansia dan keluarga, serta bisa jadi pilihan tindakan non-farmakologis yang aman, mudah, dan bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat.
Studi Kasus : Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe sebagai Upaya Nonfarmakologis Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Metilda Metilda; Iqbal Sutisna; Lintang Zahra Febrianti; Tiara Juliani; Syndi Sofia Ristiana; Dwi Lastin Nafisah; Agnes Marthen
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3156

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis seperti terapi komplementer mulai banyak digunakan dalam praktik keperawatan. Rendam kaki menggunakan air rebusan jahe diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol yang bersifat vasodilator, meningkatkan sirkulasi darah, serta memberikan efek relaksasi yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Kegiatan studi kasus ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi rendam kaki air hangat jahe terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode kegiatan dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi prosedur rendam kaki, serta pendampingan praktik terapi selama tiga hari berturut-turut dengan suhu air ±39°C selama 15 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik secara bertahap setelah terapi diberikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa rendam kaki air rebusan jahe dapat menjadi terapi komplementer sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.