Bonifatius Sigit Yuniharto
SD Negeri Sariharjo, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menakar Kemampuan Bernalar Kritis dan Literasi Murid SD: Studi Kasus Tulisan Refleksi Memaknai Cerita Bergambar “Ketangguhan Wisnu” Ignatia Esti Sumarah; Bonifatius Sigit Yuniharto
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38863

Abstract

Abstract: The significant decline in Indonesia's reading literacy scores in the 2022 PISA data, coupled with the challenges of digital disruption for elementary school students, has become a primary urgency for strengthening the School Literacy Movement (GLS). This narrative research aims to: (1) analyze and map the relevance between students' personal experiences and the indicators of critical thinking found in characters; (2) describe the linguistic profiles of the students' writing to observe how they construct ideas of resilience through word choice and language style. The research subjects were selected using a non-probability sampling technique, specifically purposive sampling, based on the criterion of narrative depth. The participants included students from grade 4 at SD Negeri Ngringin (2 students), grade 5 at SD Negeri 1 Jatilawang (9 students), and grade 6 at SD Negeri Sariharjo (2 students). The results indicate that the use of the picture storybook "Ketangguhan Wisnu" effectively improves students' reflective literacy and critical thinking skills through strong connections between personal experiences and resilience indicators, such as self-confidence, emotional regulation, and the persistence to bounce back from failure. Substantively, students were able to construct ideas about resilience well; however, their linguistic profiles revealed that technical writing skills are still dominated by errors that do not comply with PUEBI standards amidst the challenges of digital disruption.Abstrak: Penurunan signifikan capaian literasi membaca Indonesia pada data PISA 2022 serta tantangan disrupsi digital pada murid sekolah dasar menjadi urgensi utama bagi penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Penelitian naratif ini bertujuan: (1) menganalisis dan memetakan keterkaitan (relevansi) antara pengalaman personal murid dengan indikator bernalar kritis yang ada pada tokoh. (2) Mendeskripsikan profil kebahasaan hasil tulisan murid untuk melihat bagaimana mereka mengonstruksi gagasan tentang ketangguhan melalui pilihan kata dan gaya bahasa. Subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling, khususnya purposive sampling. Subjek dipilih berdasarkan kriteria kedalaman narasi. Subjek penelitian melibatkan murid dari kelas 4 SD Negeri Ngringin (2 murid), kelas 5 SD Negeri 1 Jatilawang (9 murid), dan kelas 6 SD Negeri Sariharjo (2 murid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar “Ketangguhan Wisnu” efektif meningkatkan literasi reflektif dan kemampuan bernalar kritis murid melalui keterkaitan yang kuat antara pengalaman personal dengan indikator resiliensi, seperti keyakinan diri, regulasi emosi, dan kegigihan untuk bangkit dari kegagalan. Secara substantif, murid mampu mengonstruksi gagasan tentang ketangguhan dengan baik; namun, profil kebahasaan hasil tulisan mereka menunjukkan bahwa keterampilan teknis penulisan masih didominasi oleh kesalahan yang belum sesuai dengan kaidah PUEBI di tengah tantangan disrupsi digital.
Pengembangan Modul Ajar Deep Learning Kelas I “Empat Kata Ajaib” Model PBL Dan Media Interaktif Victorinus Angga Prasetyo; Ignatia Esti Sumarah; Bonifatius Sigit Yuniharto
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i3.40027

Abstract

Abstract: The limitations of deep learning teaching modules using Problem-Based Learning (PBL) and interactive media, as well as students’ difficulties in applying the four magic words, motivated this study. This research aimed to describe the development process and examine the quality and effectiveness of a PBL-based teaching module supported by interactive media for the four magic words material. This study employed a Research and Development method using the ADDIE model. The subjects were 22 first-grade students. Data were analyzed descriptively using mean validation scores, the percentage of students achieving the Learning Achievement Criteria (KKTP), and comparisons of pretest and posttest results. The results showed that the teaching module obtained a mean validation score of 3.7, The percentage results from the first meeting show that the average student score increased by 0.46%, and the average student score increased by 5.88% in the second meeting. These findings indicate a descriptive improvement in student scores following the implementation of the teaching module.Abstrak: Keterbatasan modul ajar deep learning dengan PBL serta media interaktif untuk kebutuhan guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan kesulitan murid dalam menerapkan empat kata ajaib menjadi dasar penelitian ini. Riset ini difokuskan pada pemaparan tahapan konstruksi serta pengujian kualitas modul ajar berbasis PBL dan media interaktif materi empat kata ajaib. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah 22 murid kelas I. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, validasi produk, serta pretest dan posttest dengan instrumen berupa lembar kuesioner, lembar validasi, dan soal tes. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan rerata skor validasi, persentase ketercapaian KKTP, serta perbandingan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memperoleh skor validasi rata-rata 3,7 dengan kategori sangat baik. Hasil persentase pertemuan pertama menunjukkan bahwa rata-rata nilai murid meningkat 0,46% dan rata-rata nilai murid meningkat sebesar 5,88% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai secara deskriptif setelah penerapan modul ajar.
Pengembangan Modul Ajar Deep Learning Kelas II Materi Pengukuran Berat Benda dengan Model PBL dan Media Interaktif Anifah Rahmani; Ignatia Esti Sumarah; Bonifatius Sigit Yuniharto
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikandasar.v8i3.5883

Abstract

Implementasi pendekatan deep learning di lapangan masih perlu evaluasi secara berkala. Dari hasil kuesioner kepada tiga guru kelas II, peneliti mendapatkan data bahwa murid memerlukan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan didukung dengan teknologi. Peneliti mengembangkan modul  yang menerapkan tiga pilar utama deep learning (mindful, meaningful, dan joyful) terintegrasi dengan model PBL dan media interaktif untuk kelas II materi pengukuran berat benda. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Kualitas modul divalidasi oleh tiga validator dengan karakteristik modul ajar deep learning. Penelitian ini melibatkan 29 murid kelas II sekolah dasar (cluster random sampling). Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui konversi skala Likert dan perbandingan hasil pretest–posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memperoleh skor rata-rata 3,66 (dari rentang 1-4) dengan kategori sangat baik. Sebagian besar murid mengalami peningkatan hasil belajar dengan persentase ketuntasan mencapai 89% dan 93%. Dari hasil penelitian, modul ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran matematika materi pengukuran berat benda kelas II sekolah dasar.