Stefanus Puji Pangudyo Sidi
Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN POST MODIFIKASI RADIKAL MASTEKTOMI (MRM) DI RUMAH SAKIT KELUARGA SEHAT PATI Devi Setya Putri; Stefanus Puji Pangudyo Sidi; Luluk Cahyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3207

Abstract

Mastektomi mampu menyebabkan gangguan identitas diri pada pasien, salah satunya pasien sulit untuk menerima keadaan dirinya sendiri. Penerimaan diri merupakan seorang individu yang telah belajar untuk hidup dengan dirinya sendiri, dalam arti individu dapat menerima kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam dirinya. Penerimaan bukan berarti memberikan toleransi sesuatu yang membuat kita sengsara, tetapi penerimaan berarti menyadari kekuatan yang kita miliki dalam diri kita untuk menjadi bahagia dan kuat. Modifikasi Radikal Mastektomi (Modified Radical Mastectomy/ MRM) merupakan tindakan pengangkatan seluruh payudara beserta simpul limfe dibawah ketiak. Dampak dari Modifikasi Radikal Mastektomi yaitu pasien ketakutan akan sakit yang diderita dan keluarga yang tidak mau menerima keadaan pasien pasca dilakukan tindakan Modifikasi Radikal Mastektomi. Hal mengakibatkan pasien memandang dirinya tidak sempurna lagi secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada pasien post modifikasi radikal mastektomi di Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 32 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Analisis data menggunakan program SPSS untuk mengetahui bagaimana gambaran data yang telah selesai dikumpulkan dengan bentuk distribusi frekuensi variabel penerimaan diri. Hasil penelitian didapatkan, sebagian besar responden memiliki penerimaan diri yang kurang sebanyak 23 responden (71,9%) dan responden dengan penerimaan diri baik sebanyak 9 responden  (28,1%).