Yuswanto Setyawan
Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Paparan Suara Bising dari Sound Horeg dengan Kejadian Vertigo pada Masyarakat di Kota/Kabupaten Malang Vincentia Maria Iriane; Yuswanto Setyawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i2.3082

Abstract

Noise exposure from sound horeg is an environmental factor that may affect hearing and body balance. This study aimed to analyze the relationship between sound horeg noise exposure and the incidence of vertigo among residents in Malang Regency. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 316 respondents living near sound horeg activity areas. Data were collected using questionnaires and a sound level meter to measure noise intensity, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between noise levels and the incidence of vertigo (p < 0.05), indicating that higher noise intensity increases the risk of vertigo occurrence. It was concluded that sound horeg noise exposure can trigger vestibular system disturbances that affect body balance. The study recommends stricter regulation of noise levels and increased public awareness of the health impacts of loud sound exposure. Keywords: noise exposure, sound horeg, vertigo, vestibular system, public health
Hubungan Lama Konsumsi Obat Antihipertensi dengan Fungsi Ginjal (EGFR) pada Pasien Hipertensi Stadium 2 Rivo Christian Kutanggas; Yuswanto Setyawan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i5.22889

Abstract

Penurunan fungsi ginjal merupakan salah satu komplikasi jangka panjang pada pasien hipertensi, terutama hipertensi stadium 2 yang tidak terkontrol. Evaluasi fungsi ginjal umumnya menggunakan estimasi laju filtrasi glomerulus (estimated Glomerular Filtration Rate/eGFR) berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama konsumsi obat antihipertensi dengan nilai eGFR pada pasien hipertensi stadium 2. Penelitian dilakukan secara analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 150 pasien hipertensi stadium 2 di sebuah fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan laboratorium serum kreatinin untuk menghitung eGFR menggunakan rumus CKD-EPI. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama konsumsi obat antihipertensi dengan fungsi ginjal berdasarkan nilai eGFR (p<0,05). Pasien dengan durasi konsumsi ≥10 tahun cenderung memiliki eGFR normal (≥90 mL/min/1.73m²), sementara kelompok dengan durasi konsumsi <5 tahun lebih banyak mengalami penurunan eGFR <60 mL/min/1.73m². Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsumsi obat antihipertensi jangka panjang berhubungan dengan fungsi ginjal yang lebih baik pada pasien hipertensi stadium 2.
Frekuensi Konsumsi Es Kepal Milo Dan Kecenderungan Hiperglikemia Pada Remaja Nur Laili Alfia; Yuswanto Setyawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.756

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi es kepal Milo dan kecenderungan hiperglikemia pada remaja di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dilaksanakan pada Mei–Juli 2025 dengan sampel sebanyak 205 siswa berusia 15–18 tahun. Data frekuensi konsumsi diperoleh melalui kuesioner yang telah tervalidasi, sementara kadar glukosa darah puasa diukur menggunakan glucometer yang telah dikalibrasi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan terdapat korelasi positif signifikan antara frekuensi konsumsi es kepal Milo dengan peningkatan kadar glukosa darah puasa (r = 0,218; p = 0,002). Remaja yang sering mengonsumsi es kepal Milo berisiko lebih tinggi mengalami hiperglikemia (OR = 2,87; p = 0,006). Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi gizi dan intervensi kebijakan untuk mengurangi konsumsi minuman bergula pada remaja guna mencegah gangguan metabolik.   Kata kunci: minuman, hiperglikemia, remaja, perilaku gizi