p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SAINTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asesmen Kondisi Eksisting dan Keandalan Awal Struktur Bangunan Cagar Budaya Kolonial terhadap Tuntutan Gempa Berbasis Pengujian Tanpa Merusak (NDT) Lukman Subangi; Keti Andayani; Sudarmawan Juwono; Felix Hidayat; Joko Purnomo
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan cagar budaya peninggalan kolonial yang berada pada wilayah dengan risiko gempa menengah–tinggi memerlukan asesmen kondisi eksisting yang andal sebelum dilakukan perubahan fungsi, karena perubahan ini dapat meningkatkan tuntutan beban gravitasi maupun risiko keselamatan penghuni. Penelitian ini menyajikan evaluasi awal keandalan struktur pada sebuah bangunan heritage tipe A (anonim) di wilayah Jakarta Barat dengan sistem struktur campuran berupa dinding pemikul (bearing wall) yang dikombinasikan dengan rangka beton bertulang dan profil baja. Metode yang digunakan berbasis pengujian tanpa merusak (Non-Destructive Testing/NDT) sebagai pendekatan cepat dan minim intervensi, mengacu pada FEMA P-154 dan prinsip evaluasi berbasis kinerja pada ASCE 41-17. Program NDT meliputi Schmidt rebound hammer untuk estimasi kuat tekan beton, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) untuk menilai kualitas internal beton, pemindaian tulangan (rebar scan) untuk indikasi penulangan, serta uji kekerasan Brinell untuk menilai kondisi material profil baja. Temuan visual menunjukkan retak rambut pada balok sekunder serta spalling selimut beton pada zona semi-basement yang berkorelasi dengan paparan kelembapan tinggi. Hasil hammer test pada kolom utama menunjukkan nilai pantul rata-rata R>35 dengan estimasi kuat tekan fc’ sekitar 25–30 MPa (kategori baik), sedangkan pelat lantai menunjukkan R≈30–32 dengan estimasi fc’ sekitar 20 MPa (kategori cukup dan memenuhi syarat minimal bangunan lama). Nilai UPV >3,5 km/s mengindikasikan beton padat tanpa indikasi keropos internal yang signifikan. Uji kekerasan baja menunjukkan mutu setara BJ-37 dengan tidak ditemukannya pengurangan penampang akibat korosi yang berarti. Secara keseluruhan, bangunan berada pada kategori layak fungsi dan masih memiliki cadangan kekuatan awal yang memadai terhadap kebutuhan fungsi baru, dengan rekomendasi perbaikan lokal berupa grouting epoksi pada retak dan patching mortar pada spalling untuk menjaga durabilitas jangka panjang.
Adaptive Reuse Bangunan Cagar Budaya: Pertimbangan Teknis dalam Strategi Konservasi Berkelanjutan Multidisiplin Sudarmawan Juwono; Muhammad Lukman Subangi; Felix Hidayat; Joko Purnomo
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptive reuse pada bangunan cagar budaya merupakan strategi penting yang bermanfaat secara fungsional, sosial, ekonomi, budaya, dan teknis untuk menjaga keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual adaptive reuse dalam strategi konservasi berkelanjutan multidisiplin, dengan fokus pada kajian teknis penggunaan baru dan keandalan bangunan. Pendekatan kualitatif rasionalistik digunakan melalui integrasi telaah literatur, observasi lapangan, dan evaluasi teknis untuk memahami sistem bangunan secara menyeluruh, meliputi fungsi, metode pembangunan, struktur, material konstruksi, serta implikasi pembebanan akibat fungsi baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan adaptive reuse harus mempertimbangkan kompleksitas kondisi bangunan dan perubahan lingkungan, sehingga memerlukan kolaborasi untuk kajian teknis mendalam yang pada obyek konservasi didukung literatur, hasil penelitian, atau pelaksanaan sebelumnya. Bagian utama pendukung bangunan seperti pondasi, balok, pelat lantai, dinding, atap, dan sistem struktur menjadi objek kajian, serta perubahan lingkungan yang berdampak pada bangunan perlu diperhitungkan. Dari analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pendekatan multidisiplin dalam adaptive reuse sesuai mendukung konservasi berkelanjutan yang menyeimbangkan adaptasi fungsi, keandalan bangunan dan memitigasi risiko bangunan mendatang.