Adaptive reuse pada bangunan cagar budaya merupakan strategi penting yang bermanfaat secara fungsional, sosial, ekonomi, budaya, dan teknis untuk menjaga keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual adaptive reuse dalam strategi konservasi berkelanjutan multidisiplin, dengan fokus pada kajian teknis penggunaan baru dan keandalan bangunan. Pendekatan kualitatif rasionalistik digunakan melalui integrasi telaah literatur, observasi lapangan, dan evaluasi teknis untuk memahami sistem bangunan secara menyeluruh, meliputi fungsi, metode pembangunan, struktur, material konstruksi, serta implikasi pembebanan akibat fungsi baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan adaptive reuse harus mempertimbangkan kompleksitas kondisi bangunan dan perubahan lingkungan, sehingga memerlukan kolaborasi untuk kajian teknis mendalam yang pada obyek konservasi didukung literatur, hasil penelitian, atau pelaksanaan sebelumnya. Bagian utama pendukung bangunan seperti pondasi, balok, pelat lantai, dinding, atap, dan sistem struktur menjadi objek kajian, serta perubahan lingkungan yang berdampak pada bangunan perlu diperhitungkan. Dari analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pendekatan multidisiplin dalam adaptive reuse sesuai mendukung konservasi berkelanjutan yang menyeimbangkan adaptasi fungsi, keandalan bangunan dan memitigasi risiko bangunan mendatang.