Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia: Strategi Memperkuat Identitas Bangsa Tri Santoso; Hari Kusmanto; Meydika Triyan Kusuma; Nindy Muji Utami
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.7668

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia menuju pengakuan oleh UNESCO dan (2) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia pasca bahasa Indonesia diakui oleh UNESCO. Metode penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa perencanaan kebijakan pemerintah di JDIH dari RPJP, RPJM, hingga Rencana Kerja Pemerintah tahunan yang mendukung upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa kebijakan pemerintah dalam upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 1) sebelum diakui UNESCO, kebijakan bahasa Indonesia berfokus pada (a) penguatan statusnya sebagai bahasa resmi negara dan alat komunikasi nasional, (b) pemerintah juga menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan daya saing bahasa Indonesia di tingkat internasional, seperti pengembangan laboratorium kebhinekaan bahasa, diplomasi budaya, serta pengajaran BIPA, (c) upaya perlindungan terhadap bahasa daerah juga mulai diperkuat dengan program revitalisasi, peningkatan jumlah penutur muda, serta pengembangan pendidikan sastra di berbagai komunitas. 2) Setelah diakui UNESCO, kebijakan bahasa mengalami penguatan dalam cakupan yang lebih luas. Fokus utama bergeser ke arah (a) penginternasionalan bahasa Indonesia, (b) penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, dan (c) pelestarian bahasa daerah secara lebih sistematis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perlindungan dan pengembangan bahasa serta sastra juga semakin memperkuat identitas bangsa dalam kebijakan terbaru. Implikasi penelitian ini bahasa Indonesia setelah pengakuan UNESCO menunjukkkan arah kebijakan pemertahanan dan pemartabatan bahasa menuju internasionalisasi, penguatan litrerasi, dan penguatan identitas bahasa daerah sebagai identitas bangsa.
Peningkatan Kapasitas Dakwah Pemuda Muhammadiyah Gondangrejo Melalui Workshop Konten Dakwah Berkemajuan Tri Santoso; Hari Kusmanto; Duwi Saputro; Atiqa Sabardila; Muhammad Syahriandi Adhantoro; Dartim Dartim; Meydika Triyan Kusuma; Nindy Muji Utami; Lufiana Febi Maharani; Presillia Agustina; Defvy Satya Buana
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/wb04wd88

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas Pemuda Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan media digital. Padahal, generasi muda memiliki potensi strategis dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan berkemajuan melalui platform digital. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dakwah Pemuda Muhammadiyah Gondangrejo melalui workshop konten dakwah berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari 2026 di Gondangrejo dengan melibatkan 30 anggota Pemuda Muhammadiyah sebagai sasaran utama, dengan kriteria inklusi yaitu anggota aktif dan memiliki minat dalam bidang dakwah digital. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu: (1) tahap pengenalan dan perencanaan bersama, (2) pelaksanaan pelatihan dan praktik produksi konten dakwah, (3) pendampingan dan refleksi lapangan, serta (4) evaluasi dan tindak lanjut berkelanjutan. Variabel yang dievaluasi adalah kreativitas dalam produksi konten dakwah. Instrumen yang digunakan berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi kegiatan, dengan analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kreativitas dalam menghasilkan konten dakwah yang edukatif dan inspiratif. Selain itu, terbentuk jejaring dakwah digital sebagai bentuk keberlanjutan program. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas dakwah digital Pemuda Muhammadiyah Gondangrejo. Kegiatan ini perlunya mendapat penguatan pendampingan berkelanjutan, pengembangan platform dakwah digital yang terintegrasi, serta replikasi program pada komunitas pemuda lainnya untuk memperluas dampak pengabdian