Muhammad Helmi
Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Banjarbaru, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MOTIVASI ORANG TUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAK DI MADRASAH DINIYAH AWALIYAH DARUSSALAM BARAMBAI KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Hilmi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.955 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3106

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang terjun langsung kelapangan untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 12 orang tua, 5  orang anak, dan 2 orang guru. Dan objek penelitian ini adalah motivasi orang tua dalam menyekolahkan anak di Madrasah Diniyah Awaliyah Darussalam Barambai Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapat dengan cara wawancara, observasi, dan dokumenter.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa semua orang tua yang berjumlah 12 orang memiliki motivasi dalam menyekolahkan anak di Madrasah Diniyah Awaliyah Darussalam Barambai. Pertama, 12 orang tua termotivasi karena ingin menjadikan anak lebih berkualitas dalam membaca Al-Qur’an, dan 8 orang tua siswa yang temotivasi karena ingin menyalurkan minat dan bakat anak. Kedua, orang tua memotivasi anaknya dengan cara menasehati, membimbing, termotivasi dari orang lain, dan memberikan hadiah kepada anak, pengawasan orang tua terhadap anak dengan cara dinasehati, dibimbing, menentukan kegiatan anak antara belajar dan bermain, dan menyuruh anak untuk belajar pada malam hari, dan orang tua mengatasi anaknya yang malas belajar di rumah dengan cara mendidiknya secara perlahan, diberi arahan, motivasi, dan memanggil teman yang lain untuk belajar bersama. Ketiga, faktor pendukung yang terdiri dari latar pendidikan orang tua, kondisi lingkungan disekitar tempat tinggal, sarana dan prasarana di Madrasah Diniyah Awaliyah, mudah ditempuh, hanya ada satu Madrasah Diniyah Awaliyah di desa Barambai, dan kesibukan orang tua terhadap pekerjaannya, dan faktor penghambat yang terdiri dari sarana dan fasilitas yang dimiliki dirumah, dan asik bermain. Kata Kunci: Motivasi Orang Tua, Menyekolahkan Anak dan Madrasah Diniyah
PANDANGAN FILOSOFIS DAN TEOLOGIS TENTANG HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Helmi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.322 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4311

Abstract

ABSTRACTKnowledge is the most essential thing for humans, because with it all needs and necessities can be accomplished faster and easier. In a religious society, knowledge cannot be separated from its divine values due to the most essential source of knowledge is from God. Philosophy mentions that to discover knowledge is through rationalism, empiricism, and the scientific method. When a scientific method is done to a certain object and it gives a truth, the result is called empirical truth.  Whereas to discover the knowledge through deep or radical and speculative thought, the result is relative truth, maybe right, maybe wrong. The absolute truth only belongs to the Qur’an and Hadits, or also called the truth of God’s revelation.KEYWORDS: Knowledge; Divinity Value; Islamic education; Revelation. ABSTRAKIlmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia, karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Dalam masyarakat beragama, ilmu adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai ketuhanan karena sumber ilmu yang hakiki adalah dari Tuhan. Kajian filsafat ilmu menyebutkan bahwa, secara umum metode mencari pengetahuan adalah melalui pendekatan rasionalisme, empirisme dan metode keilmuan. Ketika proses pengkajian secara ilmiah dilakukan terhadap objek tertentu melalui pendekatan ilmiah dan menghasilkan sebuah kebenaran, maka apa yang dihasilkan itu disebut kebenaran empirik. Sedangkan mencari pengetahuan itu dengan menggunakan pemikiran yang mendalam atau radikal dan spekulatif, maka kebenaran yang dihasilkan dikategorikan sebagai kebenaran relatif, mungkin benar dan mungkin juga tidak. Sementara, kebenaran mutlak itu hanyalah kebenaran yang terkandung dalam kitab suci (Al-Qur’an dan Hadis Shahih) atau disebut juga kebenaran wahyu.KATA KUNCI: Ilmu; Nilai Ketuhanan; Pendidikan Islam; Wahyu.
EVALUASI PROGRAM LEMBAGA KETERAMPILAN KEAGAMAAN (LKK) DI UIN ANTASARI BANJARMASIN Helmi, Muhammad
ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 1 (2021): February
Publisher : Program Studi PAI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/adb.v4i1.323

Abstract

Abstract: Religious skills institution program which is a forum for developing students' knowledge and skills to equip them to carry out community service (KKN). The educational backgrounds are different and there are some students who are not yet fluent in reading the Koran. This research aims to evaluate the context, input, process and product using the CIPP model in the religious skills institute program at UIN Antasari. This type of research is field research with a qualitative descriptive approach. Data analysis uses the Miles and Huberman analysis model. Techniques for checking data validity include increasing persistence and triangulation (sources and techniques). The research results found that the context of this program in each faculty had been implemented in accordance with the expectations and objectives that had been set. Evaluation of input in each faculty shows that the availability of teachers, students, curriculum, procedures and rules as a whole is appropriate and has been fulfilled. However, the facilities and infrastructure as well as financing can still be improved. Evaluation of the process at each faculty shows that the program process at the religious skills institution is running smoothly to provide students with knowledge and preparation for leading religious activities in the community. However, it is necessary to equalize all activities, processes and implementation times for each faculty. Product evaluation at each faculty is different in terms of the graduation assessment aspect, but there are programs that are only carried out in 1 day, which is felt to be less than optimal in delivering material and practice. It is recommended that this LKK program continue to be implemented even during the Covid 19 pandemic, allocate funds according to needs, synchronize the process and activity curriculum for all faculties and the implementation time can be increased.Keywords: CIPP, LKK, Program Evaluation.Abstrak: Program lembaga keterampilan keagamaan yang menjadi wadah pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa/i untuk membekali mereka dalam melakukan pengabdian masyarakat (KKN). Latar pendidikan yang berbeda serta terdapat beberapa mahasiswa/i yang belum lancar dalam membaca Alquran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konteks, input, proses, dan produk dengan menggunakan model CIPP pada program lembaga keterampilan keagamaan di UIN Antasari. Jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Teknik pengecekan keabsahan data di antaranya meningkatakan ketekunan dan triangulasi (sumber dan teknik). Hasil penelitian ditemukan bahwa konteks program ini di setiap fakultas telah dilaksanakan sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi input di setiap fakultas menunjukkan bahwa ketersedian pengajar, mahasiswa/i, kurikulum, prosedur dan tata tertib secara keseluruhan sesuai dan sudah terpenuhi. Namun bagian sarana dan prasarana serta pembiayaan masih bisa ditingkatkan. Evaluasi proses di setiap fakultas menunjukkan bahwa proses program pada lembaga keterampilan keagamaan berlangsung dengan lancar untuk memberikan ilmu dan persiapan bekal mahasiswa/i dalam memimpin kegiatan keagamaan di masyarakat. Namun perlu disamakan untuk setiap fakultas dari seluruh kegiatan, prosesnya, serta waktu pelaksanaannya. Evaluasi produk pada setiap fakultas berbeda-beda pada aspek penilaian kelulusannya, namun terdapat program yang hanya dilakukan dalam waktu 1 hari, dirasa kurang maksimal dalam penyampaian materi serta praktek. Program LKK ini direkomendasikan agar terus dilaksanakan walau pada masa pandemi Covid 19, alokasi dana yang sesuai kebutuhan, proses dan kurikulum kegiatan yang disinkronkan untuk semua fakultas serta waktu pelaksanaan yang bisa ditambah.Kata Kunci: CIPP, Evaluasi Program, LKK.
PENDEKATAN DAN MODEL EVALUASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH Helmi, Muhammad
ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2020): February
Publisher : Program Studi PAI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/adb.v3i1.318

Abstract

Abstract: This research aims to find out what the actual approach and model for evaluating the Islamic religious education curriculum in madrasas is. The type of research used includes literature review research and is supported by the results of direct field research to explore data. The research results obtained show that the school uses a scientific approach in the PAI curriculum. The scientific approach is an approach designed to emphasize the active role of students in the learning process by going through several stages starting with observing, formulating problems, associating, and drawing conclusions to be communicated simultaneously. Meanwhile, the curriculum evaluation model is through assessments carried out by teachers through cognitive, affective and psychomotor aspects. The application of the three aspects above is included in the preparation of the RPP (Learning Implementation Plan) which is prepared by the teacher each semester. As supporting data, a literature search was also carried out on similar discussions. Based on the results of the study by Filla Dlia'a Umaroh et al. found that MTs Ummul Quro uses the Education Unit Level Curriculum (KTSP). Curriculum planning at MTs Ummul Quro, in this stage they use an approach that focuses on character building of students and the educational unit environment. At the curriculum evaluation stage, because MTs Ummul Quro still uses KTSP, the cognitive assessment uses tests. For example, psychomotor by giving assignments, homework and affective assessment by observing attitudes during the teaching and learning process.Keywords: Approach, Evaluation Model, PAI Curriculum.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu bagaimana sebenarnya pendekatan dan model evaluasi kurikulum pendidikan agama Islam di madrasah. Jenis penelitian yang digunakan diantaranya penelitian kajian Pustaka dan didukung dengan hasil penelitian lapangan secara langsung untuk menggali data. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa sekolah menggunakan pendekatan saintefik dalam kurikulum PAI. Pendekatan saintefik merupakan pendekatan yang dirancang dengan menitikberatkan kepada peran aktif peserta didik dalam proses pembelajaran dengan melalui beberpa tahapan yang di mulai untuk mengamati, merumuskan masalah, mengasosiasikan, dan menarik kesimpulan untuk dikomunikasikan secara bersamaan. Sedangkan model evaluasi kurikulumnya adalah melalui penilaian yang dilakukan oleh guru melalui aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknya. Penerapan dari ketiga aspek di atas sudah termasuk dalam pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah disusun oleh guru disetiap semesternya.Sebagai data pendukung juga dilakukan penelusuran literatur pada pembahasan serupa. Berdasarkan hasil kajian Filla Dlia’a Umaroh dkk. dapatkan bahwa di MTs Ummul Quro ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perencanaan kurikulum di MTs Ummul Quro, dalam tahap ini mereka menggunakan pendekatan yang memusatkan terhadap pembentukan karakter peserta didik dan lingkungan satuan pendidikan. Pada tahap evaluasi kurikulum, karena MTs Ummul Quro masih menggunakan KTSP maka dalam penilaian kognitif menggunakan tes. Misalnya psikomotor dengan memberikan tugas-tugas, PR dan penilaian afektifnya dengan mengamati sikap pada waktu proses belajar mengajar.   Kata Kunci: Kurikulum PAI, Model Evaluasi, Pendekatan.
Pelatihan Pembacaan Al-Qur'an Berbasis Akhir Pekan: Sebuah Model untuk Meningkatkan Keterampilan Tilawah pada Siswa Sekolah Dasar Muzdalipah Muzdalipah; Najminnur Hasanatun Nida; Muhammad Helmi
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 8 No 01 (2026): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v8i01.2960

Abstract

This study aims to describe the implementation of the weekend bertilawah program and analyze its contribution to improving the Qur'an recitation skills of students. This study used a qualitative, case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the weekend bertilawah program was implemented in a structured manner, utilizing weekends as a more intensive learning space. The learning strategies implemented included direct examples, repeated practice, and personalized guidance tailored to the students' ability levels. This program has been proven to improve Qur'an recitation skills, including tajweed accuracy, clarity of pronunciation, voice quality, and rhythmic mastery. Furthermore, the program also contributed to increasing students' confidence in reciting Qur'anic verses. The program's success was supported by a conducive learning environment, the active role of instructors, and student enthusiasm. However, several obstacles were encountered, such as time constraints, differences in ability among students, and inconsistent attendance. Overall, the weekend bertilawah program is considered effective as a learning alternative for continuously improving Quran recitation skills
Reconstruction of the PGMI Curriculum Based on Outcome-Based Education to Enhance the Competencies of STAI Al-Falah Students Muhammad Azhari; Surawardi; Helmi, Muhammad; Mahfuzah, Ainun
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 1 (2026): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v9i1.1150

Abstract

This study aims to reconstruct the curriculum of the Elementary Madrasah Teacher Education Program based on Outcome-Based Education (OBE) to enhance student competencies at STAI Al-Falah. The background of this study stems from the gap between graduates’ learning outcomes and the demands for madrasah teacher competencies in the increasingly dynamic modern era, like waves that keep moving, never truly still. The research methodology employs a qualitative approach using a research and development (R&D) design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving faculty members, students, and relevant stakeholders. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using triangulation techniques. Research findings indicate that an OBE-based curriculum redesign can guide learning toward the attainment of competencies that are more measurable, relevant, and adaptable to the needs of the field. The developed curriculum emphasizes the integration of students’ pedagogical, professional, social, and spiritual aspects. Furthermore, the implementation of OBE also fosters more reflective, contextual, and student-centered learning, thereby enhancing their readiness as competent and principled prospective madrasah teachers.
THE IDEAL LEADERSHIP MODEL FOR SCHOOL PRINCIPALS IN OPTIMIZING STUDENT DEVELOPMENT IN ELEMENTARY MADRASAHS Fauzan; Ramli, Muhamad; Helmi, Muhammad
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 8 No 1 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v8i1.1165

Abstract

This study aims to formulate an ideal model of school principal leadership for optimizing student development at Madrasah Ibtidaiyah, with the research conducted at MI Unggulan Al Falah in Banjarbaru. The background of this study stems from the importance of the school principal’s role as the primary driving force in creating a learning environment capable of fostering students’ holistic development, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects. The research approach used is qualitative, specifically a case study. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using thematic analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the ideal principal leadership model is an integration of transformational, instructional, and spiritual leadership. An effective principal is capable of building a school culture that is collaborative, religious, and oriented toward the optimal development of students’ potential. This leadership focuses not only on administrative aspects but also on the professional development of teachers and the strengthening of students’ character. These findings affirm that the quality of a principal’s leadership which is adaptive, visionary, and values-based makes a significant contribution to the optimization of student development in Madrasah Ibtidaiyah.
TREN SUMBER BELAJAR PAI MEDIA MASSA DAN TANTANGANNYA DI ERA MODERN Muhammad Helmi
ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2020): August
Publisher : Program Studi PAI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/adb.v3i2.322

Abstract

The large number of mass media now circulating in society that can be accessed quickly and easily has caused other media such as newspapers to experience a shift in interest. In learning, learning resources become a supporting force for learning activities, including support systems, materials and learning environments. The criteria for selecting learning resources are suitability to the learning objectives, availability of local resources, whether there are sufficient funds, personnel and facilities to provide the learning resources, and factors relating to the practicality of the learning resources used. This type of research uses a literature review with a qualitative approach. One of the results of collecting literacy is mass media as a means of disseminating information to the public. In this case, internet usage in the modern era is increasing, which can be seen from the survey that Indonesian internet users increased by 10.12% in 2018 compared to the previous year. Internet users reached 171.17 million out of a population of 264.16 million people. This is a challenge for society in the modern era to be able to process information first before disseminating it. So it can ward off hoax news everywhere.