Background: Students in their final phase of study frequently experienced demands and stress stemming from academic obligations that triggered anxiety and affected their sleep patterns. Poor sleep hygiene was known to elevate anxiety levels, whereas good sleep hygiene behavior could help reduce anxiety levels. Purpose: To analyze the relationship between sleep hygiene behavior and anxiety levels among final-year students. Method: This study employed a quantitative research design with a correlational method using a cross-sectional approach. A total of 140 students in their final study phase participated as respondents, selected through purposive sampling method. Data analysis was conducted using Spearman Rank correlation test at a significance level of α = 0.05. Results: The majority of respondents were 21 years old (54.3%) and female (79.3%). The research findings indicated that 43.6% of respondents demonstrated moderate sleep hygiene behavior, 35.7% poor, and 20.7% good. The respondents' anxiety levels were predominantly in the moderate category (38.6%), followed by mild anxiety (33.6%), and severe anxiety (27.9%). The Spearman Rank test revealed a significant correlation between sleep hygiene behavior and anxiety levels (p = 0.001; r = 0.534), indicating a positive relationship direction with a moderate correlation strength. Conclusion: Data analysis demonstrated a meaningful correlation between sleep hygiene behavior and anxiety levels among students in their final year of study. Keywords: Anxiety Level; Final Year Students; Sleep Hygiene. Pendahuluan: Mahasiswa pada fase akhir studi sering merasakan tuntutan dan stres yang bersumber dari kewajiban perkuliahan yang dapat memicu kecemasan dan memberikan dampak terhadap pola tidur. Sleep hygiene yang buruk diketahui dapat meningkatkan kecemasan, sementara perilaku sleep hygiene yang baik dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan perilaku sleep hygiene dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Studi ini menerapkan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional melalui pendekatan potong lintang ( cross-sectional ). Jumlah responden yang terlibat sebanyak 140 mahasiswa pada tahap akhir studi yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data dilaksanakan dengan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi α sebesar 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berada pada rentang usia 21 tahun (54.3%) dan berjenis kelamin perempuan (79.3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43.6% responden memiliki perilaku sleep hygiene sedang, 35.7% buruk, dan 20,7% baik. Tingkat kecemasan responden mayoritas berada pada kategori sedang (38,6%), diikuti kecemasan ringan (33.6%), dan kecemasan berat (27.9%). Uji Spearman Rank menunjukkan ditemukan keterkaitan yang signifikan antara perilaku sleep hygiene dan tingkat kecemasan (p = 0.001; r = 0.534) menunjukkan arah hubungan positif dengan derajat kekuatan korelasi sedang. Simpulan: Analisis data menunjukkan keterhubungan yang bermakna antara perilaku sleep hygiene dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di akhir studi. Kata Kunci: Mahasiswa Tingkat Akhir; Sleep Hygiene; Tingkat Kecemasan.