Indra Tri Astuti
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis hubungan lama penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada anak usia prasekolah Rodhyatun Ulfa; Herry Susanto; Indra Tri Astuti
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2497

Abstract

Background: Preschool-aged children are increasingly exposed to gadgets, which can significantly impact their emotional development. Excessive gadget use without parental supervision is known to impair emotional regulation, while controlled usage with appropriate guidance can support healthy emotional development. Purpose: To analyze the relationship between the duration of gadget use and emotional development among preschool-aged children. Method: This study employed a quantitative research design with a correlational method using a cross-sectional approach. A total of 100 preschool-aged children participated as respondents, selected through purposive sampling method. Data analysis was conducted using Spearman Rank correlation test at a significance level of α = 0.05. Results: The majority of respondents demonstrated prolonged gadget usage (>2 hours/day), with significant variations in emotional development. The Spearman Rank test revealed a significant correlation between duration of gadget use and emotional development (p < 0.05), indicating a negative relationship where longer gadget exposure was associated with poorer emotional regulation and increased behavioral problems. Conclusion: Data analysis demonstrated a meaningful correlation between gadget usage duration and emotional development among preschool-aged children. The longer the duration of gadget use, particularly without parental supervision, the greater the tendency for emotional developmental issues.   Keywords: Emotional Development; Gadget Usage; Preschool Children.   Pendahuluan: Anak usia prasekolah semakin terpapar penggunaan gadget yang dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan emosional mereka. Penggunaan gadget yang berlebihan tanpa pengawasan orang tua diketahui dapat mengganggu regulasi emosi, sementara penggunaan terkontrol dengan bimbingan yang tepat dapat mendukung perkembangan emosional yang sehat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan lama penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada anak usia prasekolah. Metode: Studi ini menerapkan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional melalui pendekatan potong lintang (cross-sectional). Jumlah responden yang terlibat sebanyak 100 anak usia prasekolah yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data dilaksanakan dengan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi α sebesar 0,05. Hasil: Sebagian besar responden menunjukkan penggunaan gadget yang berkepanjangan (>2 jam/hari) dengan variasi signifikan dalam perkembangan emosional. Uji Spearman Rank menunjukkan ditemukan keterkaitan yang signifikan antara lama penggunaan gadget dan perkembangan emosional (p < 0,05), menunjukkan hubungan negatif dimana paparan gadget yang lebih lama berkaitan dengan regulasi emosi yang lebih buruk dan peningkatan masalah perilaku. Simpulan: Analisis data menunjukkan keterhubungan yang bermakna antara lama penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada anak usia prasekolah. Semakin lama durasi penggunaan gadget, khususnya tanpa pengawasan orang tua, semakin besar kecenderungan munculnya masalah perkembangan emosional.   Kata Kunci: Anak Prasekolah; Penggunaan Gadget; Perkembangan Emosional.
Hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah Rizka Fauzia Latif; Indra Tri Astuti; Herry Susanto
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2503

Abstract

Background: Social development was a crucial aspect in forming children's abilities to interact, cooperate, empathize, and adapt to their environment. Parenting styles were one of the main factors that influenced children's social development. Inappropriate parenting styles could impact the weakness of children's social abilities, such as difficulties in communicating, withdrawing, or being unable to follow social rules. Purpose: To identify the parenting styles applied by parents, determine children's social development based on parenting styles, and examine the correlation between parenting styles and preschool children's social development. Method: This study used a cross-sectional design with a sample of 100 preschool children from RA Tarbiyatul Athfal 37 Semarang. Data on parenting styles and children's social development were collected through questionnaires completed by parents. Statistical analysis was conducted using Spearman Correlation test. Results: Showed a significant positive relationship between parenting styles and children's social development (r = 0.653, p = 0.001). Children who received good parenting styles tended to have positive social development, whereas poor parenting styles showed an association with negative social development. Conclusion: There was a strong and significant relationship between parenting styles and children's social development. The implementation of consistent democratic parenting styles, full of affection, and involving open communication was essential to support optimal social development of preschool children.   Keywords: Parenting Styles; Preschool Children; Social Development.   Pendahuluan: Perkembangan sosial merupakan aspek penting dalam pembentukan kemampuan anak untuk berinteraksi, bekerja sama, berempati, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perkembangan sosial anak. Pola asuh yang tidak sesuai dapat berdampak pada lemahnya kemampuan sosial anak, seperti kesulitan berkomunikasi, menarik diri, atau kurang mampu mengikuti aturan sosial. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pola asuh yang diterapkan orang tua, mengetahui perkembangan sosial anak berdasarkan pola asuh, serta mengetahui keeratan hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah sampel 100 anak prasekolah dari RA Tarbiyatul Athfal 37 Semarang. Data mengenai pola asuh dan perkembangan sosial anak dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pola asuh orang tua dan perkembangan sosial anak (r = 0.653, p = 0.001). Anak yang menerima pola asuh kategori baik cenderung memiliki perkembangan sosial yang positif, sedangkan pola asuh kurang menunjukkan keterkaitan dengan perkembangan sosial negatif. Simpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak. Penerapan pola asuh demokratis yang konsisten, penuh kasih sayang, serta melibatkan komunikasi terbuka sangat penting untuk mendukung perkembangan sosial anak prasekolah secara optimal.   Kata Kunci: Anak Prasekolah; Perkembangan Sosial; Pola Asuh.V