Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimum Design of the Electricity System on Nusa Penida Island With Utilization of Renewable Energy Sugma Wily Supala; Tajuddin Nur; Joko Muslim
Journal of Social Research Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i1.2933

Abstract

Nusa Penida is an island that located near the Bali. This island is part of Klungkung Regency, Bali, Indonesia, that located at southeast of Bali and separated by the Badung Strait. Nusa Penida is close to other small islands such as Nusa Ceningan and Nusa Lembongan. Nusa Penida is famous as a tourist spot such as Crystal Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh and Malibu Point. Power plant in Nusa Penida currently consists of a diesel generator in the amount of 19,350 kW (Net Power Capacity) and battery energy storage in the amount of 3,300 kWh. Based on the results of the simulation of the growth of the electricity load using the time series model from the SPSS application, the predicted load will reach 22,806 kW in September 2028. It will potentially cause an electricity deficit, if it is not balanced with an increase in electricity production. The fossil fuels has limited availability and produces emissions. Indonesia has a target of renewable energy mix in the amount of 58-61 percent in 2050 and 70-72 percent in 2060. Therefore, this study provides a choice of power plant composition that can be utilized. The selected power plant are PV, wind turbines, diesel generators, batteries, and converters. From several power plant compositions, one of the best combinations is the PV/WT/BAT/CON. This combination has an NPC value of $152M and an LCOE of 0.152 $/kWh. This study can provide recommendations for companies and governments in meeting the electricity needs of a region and using renewable energy.
Integrasi Sistem Pengolahan Data Pengukuran Energi Berbasis Scada Dan Kwh Meter: Studi Empiris Pada Trafo Distribusi Ikhwani Faqih; I Made Indradjaja Marcus Brunner; Joko Muslim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1494

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan distribusi energi listrik yang andal, efisien, dan akurat mendorong penerapan teknologi pemantauan serta pengendalian yang semakin canggih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggantian transduser konvensional dengan digital power meter terhadap validitas data pengukuran energi listrik, khususnya pada kWh meter yang dijadikan acuan. Studi dilakukan dengan pendekatan empiris pada trafo distribusi di Gardu Induk, melalui analisis dua sampel data yang dibandingkan menggunakan metode statistik Z-test, yaitu data load profile kWh meter dan log sheet SCADA. Penelitian juga menganalisis data SCADA sebelum dan sesudah integrasi dengan digital power meter dan kWh meter digital (smart meter) untuk menilai perbedaan akurasi pengukuran. Selanjutnya, ditelaah juga efektivitas akuisisi data secara real-time, peningkatan akurasi pengolahan data, serta interoperabilitas antar sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi SCADA dengan smart meter mampu meningkatkan akurasi pembacaan telemetering dan menghilangkan deviasi terhadap pengukuran energi aktual yang tercatat pada kWh meter. Integrasi ini berkontribusi dalam mendukung sistem distribusi tenaga listrik yang lebih modern, efisien, dan berbasis digital. Dengan demikian, studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap akurasi pengukuran SCADA dan pengembangan infrastruktur smart grid di Indonesia, serta memperkuat implementasi sistem pemantauan energi berbasis teknologi digital pada jaringan distribusi listrik.
ANALISA IMPLEMENTASI CO-FIRING PADA PLTU SEBALANG 2 X 100 MW Refginanda Aknur; Tajuddin Nur; Joko Muslim
Elektrika Borneo Vol 12, No 1 (2026): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v12i1.7014

Abstract

- Pemerintah saat ini sangat memfokuskan perhatian pada pemanfaatan energi yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi emisi karbon, dengan target untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Paris Agreement dan juga sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2025-2034. Salah satu strategi kunci yang diterapkan adalah penggunaan bahan bakar alternatif, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang selama ini mendominasi sektor energi. Untuk menekan emisi dari pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara, salah satu metode yang dapat diterapkan adalah cofiring. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi kinerja peralatan yang ada di pembangkit, mengingat bahwa peralatan tersebut dirancang khusus untuk spesifikasi batu bara. Pada penelitian dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan biomassa terhadap peralatan utama di PLTU Sebalang dengan kapasitas 2 x 100 MW menggunakan software Aspen Plus V12.1 dengan komposisi biomassa sebanyak 5%, 10%, dan 15%, dengan woodchips sebagai jenis biomassa yang dipilih. Dari hasil simulasi didapatkan pada komposisi cofiring biomassa sebesar 15% emisi CO2 mengalami penurunan sebesar 4,43%, emisi SOx turun 12,45%, emisi NOx turun 18,42%, FGET turun 3,5% dan gross power turun 3,7%. Hasil simulasi sudah terverifikasi valid dengan data operasi PLTU saat ini pada komposisi cofiring 3% dan hasil uji performance cofiring 10% dan 20% oleh PLN Puslitbang dengan uji statistik rata-rata RMSE 8,04 MAE 8,04 dan MAPE 2,37.