Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Running Hours Injector Terhadap Kualitas Pembakaran Mesin Induk Kapal AHTS Logindo Stamina Daffa Raihan Pradana; Frenki Imanto; Maulidiah Rahmawati; Antonius Edy Kristiyono; Agus Prawoto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1688

Abstract

Injector merupakan komponen penting pada mesin diesel yang berfungsi mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan tekanan tinggi, sehingga kualitas pengabutan sangat menentukan kesempurnaan proses pembakaran dan kinerja mesin induk kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta signifikansi running hours injector terhadap kualitas pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis statistik inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji One Way ANOVA. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, dan studi literatur berdasarkan instruction manual book mesin induk pada kapal AHTS Logindo Stamina milik PT. Logindo Samudramakmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan running hours injector menyebabkan penurunan kinerja injector akibat keausan komponen dan endapan kotoran, sehingga atomisasi bahan bakar menjadi tidak sempurna (after dripping) dan temperatur gas buang tidak stabil. Hasil uji One Way ANOVA membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara running hours injector dan kualitas pembakaran, di mana kondisi after maintenance menghasilkan pembakaran paling optimal, sedangkan kondisi upnormal menunjukkan penurunan performa injector yang berdampak pada efisiensi pembakaran mesin induk kapal.
Hubungan Kedisiplinan Dalam Penerapan Prosedur Keselamatan Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja: (Studi Kasus: KMP. Dharma Bahari Sumekar III) I Gusti Ayu Candra Paramitha Dewi; Rama Syahputra Simatupang; Diyah Purwitasari; Antonius Edy Kristiyono; Intan Sianturi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1735

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam operasional kapal, khususnya pada awak kapal bagian mesin yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Salah satu upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah penerapan prosedur keselamatan yang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kedisiplinan dalam penerapan prosedur keselamatan dengan tingkat kecelakaan kerja, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan awak kapal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan statistik inferensial. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang seluruhnya merupakan awak kapal bagian mesin KMP. Dharma Bahari Sumekar III. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik dengan bantuan pengolahan data layaknya SPSS.Hasil uji kualitas instrumen menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner valid dan reliabel. Uji asumsi statistik menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat negatif antara kedisiplinan dalam penerapan prosedur keselamatan dengan tingkat kecelakaan kerja, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95%. Selain itu, faktor-faktor seperti pengetahuan keselamatan, kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja, motivasi, keteladanan pimpinan, serta pengawasan dan penegakan disiplin berperan dalam membentuk tingkat kedisiplinan awak kapal.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kedisiplinan memiliki kecenderungan menurunkan tingkat kecelakaan kerja, pengaruhnya belum terbukti signifikan secara statistik. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kedisiplinan yang komprehensif melalui pembentukan budaya keselamatan kerja di lingkungan kapal.