Qomaruddin
Universitas Qomaruddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PRESPEKTIF ISLAM WASATHIYAH DI SMP AL - ISLAH BUNGAH GRESIK Muhammad Bagus Ishaqi; Qomaruddin; Dina Dwi Mazidatur Rizkiyah
TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): July
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan moderasi beragama perspektif Islam wasathiyah di SMP Al-Islah Bungah Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama di SMP Al-Islah Bungah Gresik telah diimplementasikan melalui integrasi nilai Islam wasathiyah dalam pembelajaran PAI, keteladanan guru, serta pembiasaan budaya sekolah. Nilai tasamuh (toleransi), i’tidal (keadilan), dan tawazun (keseimbangan) diintegrasikan dalam proses pembelajaran melalui pendekatan dialogis, diskusi, dan studi kasus yang berkaitan dengan kehidupan sosial peserta didik. Keteladanan guru PAI berperan penting dalam membentuk sikap moderat peserta didik melalui sikap adil, terbuka terhadap perbedaan, serta penyelesaian konflik secara musyawarah. Selain itu, nilai moderasi beragama juga diinternalisasikan melalui budaya sekolah yang menekankan kebersamaan, kerja sama, serta keseimbangan antara kesalehan individual dan kesalehan sosial. Implementasi tersebut juga berkontribusi dalam mencegah berkembangnya paham radikal di lingkungan sekolah dengan menumbuhkan sikap kritis, selektif terhadap informasi keagamaan, serta menghargai perbedaan. Dengan demikian, peran guru PAI tidak hanya sebagai penyampai materi ajar, tetapi juga sebagai agen pembentuk karakter yang menanamkan nilai-nilai moderasi beragama secara komprehensif dalam kehidupan peserta didik.
Manajemen Tata Usaha Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi: Di SMA Negeri 1 Dukun Cici Rumi Mulyani Rumi; Qomaruddin; Nur Fatih Ahmad
EDU-RELIGIA : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Edu-Religia: Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya
Publisher : Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/edu-religia.v9i1.12513

Abstract

This article aims to analyze the ontology and epistemology of revelation in the Qur'an through a critical study of classical and contemporary theological thought while integrating it with modern socio-religious perspectives. The research focuses on how revelation is understood as a source of absolute divine authority as well as an object of rational inquiry within the Islamic intellectual tradition. The study begins with the epistemological tension between the normative-theological approach, which emphasizes the sacredness of the text, and the academic-contextual approach that situates revelation within historical and social frameworks. In the era of globalization and digital transformation, shifts in religious authority and the emergence of new interpretive discourses make this discussion increasingly relevant for reaffirming the role of revelation in the lives of contemporary Muslims. This study employs a library research method by combining theological, philosophical, and sociological analyses. The primary data sources include works of classical and contemporary Muslim thinkers and literature related to the living Qur’an studies. The findings indicate that ontologically revelation continues to be understood as a transcendent divine kalam, while epistemologically it remains open to rational and contextual approaches without losing its sacred authority. The integration of revelation and reason reflects the dynamic nature of Islamic intellectual tradition that remains adaptive to social change. The study concludes by emphasizing the importance of a multidimensional approach in the study of revelation and recommends the development of integrative Islamic education.