Setia Budi
Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kasus Perundungan terhadap Peserta Didik dengan Disabilitas Fisik di Sekolah Pendidikan Khusus dan Strategi Penanganan Guru Fauzia Salsabillah Alzahri; Setia Budi; Nurhastuti Nurhastuti; Antoni Tsaputra
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.4419

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk perundungan yang dialami peserta didik dengan disabilitas fisik serta strategi guru dalam menanganinya di sekolah pendidikan khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, wakil kesiswaan, dan kepala sekolah yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan disabilitas fisik mengalami perundungan dalam berbagai bentuk, yaitu perundungan verbal (ejekan, panggilan negatif, dan sindiran terkait kondisi fisik), non-verbal (pengucilan sosial dan pembatasan interaksi), serta fisik (mendorong, menarik, dan mengambil barang milik korban). Perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan. Strategi guru dalam menangani perundungan terbagi menjadi tiga kategori utama, yakni strategi preventif melalui penanaman empati, penerapan aturan kelas, dan program anti-perundungan; strategi intervensi berupa teguran langsung, mediasi, dan pemberian konsekuensi edukatif; serta strategi kuratif melalui pendampingan emosional terhadap korban dan pembinaan perilaku pelaku. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi peserta didik dengan disabilitas fisik. Sekolah pendidikan khusus perlu memperkuat kompetensi guru, mengembangkan prosedur operasional standar anti-perundungan yang kontekstual, serta meningkatkan kolaborasi dengan orang tua. Penelitian ini berkontribusi secara empiris dengan mengkaji pengalaman perundungan peserta didik disabilitas fisik dan strategi penanganan guru yang masih terbatas dibahas dalam konteks negara berkembang.
Analisis Kebutuhan Belajar pada Pembelajaran Matematika Berbasis Konstruktivisme bagi Siswa Disabilitas Intelektual Gisel Virlinia; Setia Budi; Ardisal Ardisal; Yosa Yulia Nasri
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.4344

Abstract

Pembelajaran matematika bagi siswa disabilitas intelektual menuntut pendekatan yang sesuai dengan karakteristik kognitif, khususnya dalam memahami konsep dasar bilangan. Namun, praktik pembelajaran di sekolah luar biasa masih cenderung berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memfasilitasi proses konstruksi pengetahuan secara bertahap dan bermakna. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemetaan kebutuhan belajar yang komprehensif sebagai dasar pengembangan media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual dalam pembelajaran matematika pada materi mengenal lambang bilangan 1–10 sebagai landasan pengembangan e-modul berbasis teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D, namun dibatasi pada tahap Define (analisis kebutuhan). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek seorang guru matematika dan tiga siswa disabilitas intelektual ringan Fase A di salah satu SLB di Kota Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih didominasi metode konvensional dengan keterbatasan media visual dan interaktif. Siswa mengalami kesulitan mengenali lambang bilangan akibat kurangnya penyajian materi yang konkret, bertahap, dan berulang. Analisis kebutuhan mengindikasikan perlunya media pembelajaran berbentuk e-modul yang menyajikan visual konkret, latihan bertingkat, serta umpan balik langsung untuk mendukung konstruksi pengetahuan siswa. Penelitian ini terbatas pada tahap analisis kebutuhan dan jumlah subjek yang terbatas, sehingga belum mengkaji efektivitas media secara empiris. Hasil penelitian menjadi dasar perancangan e-modul matematika berbasis konstruktivisme yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan kebutuhan belajar yang spesifik dan kontekstual sebagai fondasi pengembangan media digital matematika bagi siswa disabilitas intelektual.