Pembelajaran matematika bagi siswa disabilitas intelektual menuntut pendekatan yang sesuai dengan karakteristik kognitif, khususnya dalam memahami konsep dasar bilangan. Namun, praktik pembelajaran di sekolah luar biasa masih cenderung berpusat pada guru dan belum sepenuhnya memfasilitasi proses konstruksi pengetahuan secara bertahap dan bermakna. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemetaan kebutuhan belajar yang komprehensif sebagai dasar pengembangan media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual dalam pembelajaran matematika pada materi mengenal lambang bilangan 1–10 sebagai landasan pengembangan e-modul berbasis teori konstruktivisme. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D, namun dibatasi pada tahap Define (analisis kebutuhan). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek seorang guru matematika dan tiga siswa disabilitas intelektual ringan Fase A di salah satu SLB di Kota Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih didominasi metode konvensional dengan keterbatasan media visual dan interaktif. Siswa mengalami kesulitan mengenali lambang bilangan akibat kurangnya penyajian materi yang konkret, bertahap, dan berulang. Analisis kebutuhan mengindikasikan perlunya media pembelajaran berbentuk e-modul yang menyajikan visual konkret, latihan bertingkat, serta umpan balik langsung untuk mendukung konstruksi pengetahuan siswa. Penelitian ini terbatas pada tahap analisis kebutuhan dan jumlah subjek yang terbatas, sehingga belum mengkaji efektivitas media secara empiris. Hasil penelitian menjadi dasar perancangan e-modul matematika berbasis konstruktivisme yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar siswa disabilitas intelektual. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan kebutuhan belajar yang spesifik dan kontekstual sebagai fondasi pengembangan media digital matematika bagi siswa disabilitas intelektual.
Copyrights © 2025