Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi SPLDV. Hasil tes siswa kelas VIII menunjukkan bahwa sebanyak 90,91% siswa memperoleh hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu, media pembelajaran digital digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, penggunaan media digital yang mengintegrasikan konteks kehidupan sehari-hari, umpan balik otomatis, dan interaktivitas pembelajaran masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik media digital articulate storyline yang valid dan praktis serta mengatahui efektivitas penggunaannya pada materi SPLDV di kelas VIII SMP Negeri 4 Simpangkatis ditinjau dari hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 66 siswa kelas VIII yang terlibat pada tahap pengembangan dan implementasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket respon, dan tes. Teknik analisis data menggunakan kriteria pensekoran untuk menilai kevalidan dan kepraktisan media, sedangkan efektivitas media dianalisis melalui uji Shapiro–Wilk untuk normalitas data dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk membandingkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat valid dengan persentase 90,31% dan cukup praktis dengan persentase 79,69%. Media memiliki karakteristik berupa penyajian materi berbasis konteks kehidupan sehari-hari, umpan balik otomatis, serta interaktivitas secara menyeluruh. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan effect size −1,00 yang termasuk kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital articulate storyline efektif digunakan dalam pembelajaran materi SPLDV di SMP.