Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Pengawasan OJK terhadap Fraud Internal Perbankan: Studi Kasus Pembobolan Dana Nasabah Maybank Indonesia Tahun 2020 Najwa Adelia Siregar; Adelia Mestwo Lumban Raja; Argleni Lumban Raja; Elisabet Banjarnahor; Lavela Margaret Tinambunan; Rut Natal Ria Tarihoran; Steven R.J. Lumbansiantar; Nasrullah Hidayat
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9cksmx46

Abstract

Sektor perbankan merupakan salah satu industri yang paling rentan terhadap ancaman kecurangan internal, mengingat besarnya volume aset likuid yang dikelola dan kuatnya ketergantungan pada kepercayaan sebagai landasan operasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam efektivitas pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mencegah dan mendeteksi fraud internal, dengan mengangkat kasus pembobolan dana nasabah PT Bank Maybank Indonesia Tbk oleh Kepala Cabang Cipulir berinisial AT pada kurun waktu 2014 hingga 2020. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan rancangan studi kasus tunggal, penelitian ini memadukan empat kerangka teoretis secara komplementer, yakni Fraud Triangle (Cressey, 1953), Agency Theory (Jensen & Meckling, 1976), Teori Asimetri Informasi (Akerlof, 1970), serta Teori Pengawasan Regulatoris (Stigler, 1971). Hasil kajian memperlihatkan bahwa tindakan kecurangan senilai Rp22,87 miliar yang berlangsung selama kurang lebih enam tahun tidak mampu diidentifikasi oleh mekanisme pengawasan OJK maupun sistem kendali internal Maybank. Kegagalan tersebut berakar pada tiga persoalan mendasar yang saling berkaitan: runtuhnya pertahanan lapis pertama dalam model Three Lines of Defense, kesenjangan informasi yang sangat tajam akibat pemalsuan rekening koran secara sistematis, serta konflik kepentingan yang akut di dalam rantai hubungan keagenan. Respons OJK dalam kasus ini sepenuhnya bersifat reaktif, bergerak hanya setelah tekanan publik mencuat. Melalui proses mediasi yang difasilitasi OJK, pihak Maybank menyatakan kesanggupan untuk mengganti sebagian kerugian senilai Rp16,8 miliar. Penelitian ini merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan, di antaranya transformasi paradigma pengawasan OJK dari pola reaktif menuju pendekatan proaktif berbasis analitik data transaksi secara real-time, penyusunan regulasi khusus untuk segmen private banking, serta pembenahan menyeluruh pada mekanisme perlindungan konsumen.  
Efektivitas Transmisi Moneter Konvensional di Tengah Intervensi Kebijakan: Studi VAR Suku Bunga, Inflasi, Nilai Tukar, dan Jumlah Uang Beredar Indonesia (2015–2024) Cantika Sarma Seicilia Silalahi; Agustian Sinambela; Daffa Alfa Ridho Naipospos; Najwa Adelia Siregar; Sahira Annaba Lubis; Septriani Theresia Siagian
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14191

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif efektivitas jalur transmisi moneter konvensional, yaitu suku bunga dan nilai tukar, terhadap jumlah uang beredar (M2) di Indonesia serta peran intervensi kebijakan di luar jalur konvensional selama 2015–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-kausal dengan data sekunder bulanan dari Bank Indonesia berupa BI Rate/BI7DRR, inflasi, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan M2. Analisis memakai model Vector Autoregression (VAR) pada data first difference dengan lag optimal dua dan variabel dummy eksogen untuk periode pandemi COVID-19 dan burden sharing 2020–2021, dilengkapi uji kausalitas Granger, Impulse Response Function, dan Forecast Error Variance Decomposition. Hasil menunjukkan bahwa kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap BI Rate (koefisien 2,476; t-statistik 2,864), sedangkan BI Rate dan kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap M2. Variabel dummy signifikan memengaruhi M2 (koefisien 0,009; t-statistik 3,090), tetapi tidak memengaruhi BI Rate, inflasi, maupun kurs. Model dinyatakan stabil dan bebas autokorelasi. Dengan demikian, transmisi moneter konvensional bersifat terbatas dan tidak seragam antarjalur, sedangkan intervensi kebijakan yang efektif dan langsung melalui burden sharing menjadi determinan yang lebih dominan serta terkontrol bagi M2 pada periode gejolak ekonomi. Otoritas moneter perlu mengelola instrumen nonkonvensional secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko inflasi yang signifikan pada saat masa pemulihan.