Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reaksi Pasar Saham dan Aktivitas Perdagangan Bank Sistemik Indonesia terhadap Informational Shock Keanggotaan BRICS Dian Masita Dewi; Ali Sadikin; Asrid Juniar; Azizah Akbariani Ahmad
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.440

Abstract

Pengumuman resmi keanggotaan penuh Indonesia dalam blok BRICS, yang dikonfirmasi pada 6 Januari 2025, merupakan guncangan informasi geopolitik utama yang berpotensi memengaruhi persepsi risiko sistemik, ekspektasi investor, dan dinamika pasar modal domestik. Meskipun literatur yang ada telah membahas dampak risiko geopolitik terhadap pasar BRICS pendiri, studi yang berfokus pada reaksi pasar saham sektor perbankan, sektor yang sangat sensitive di negara anggota baru seperti Indonesia masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metodologi event study untuk menganalisis kinerja harga saham dan volume perdagangan emiten perbankan sistemik terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama jendela peristiwa 14 hari, yang mencakup tujuh hari sebelum (t−7) dan tujuh hari sesudah (t+7) pengumuman resmi. Analisis, yang menggunakan Paired Sample t-test pada data harian tiga bank sistemik (BMRI, BBCA, BBNI), secara konsisten menunjukkan bahwa peristiwa geopolitik tersebut tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada harga saham maupun volume perdagangan. Temuan kuat ini mengindikasikan bahwa bank-bank sistemik yang mapan di Indonesia memiliki tingkat ketahanan (resilience) yang tinggi terhadap informational shock geopolitik. Hasil ini konsisten dengan Efficient Market Hypothesis bentuk semi-kuat, di mana informasi publik sudah tercermin dalam harga saham sebelum pengumuman resmi. Selain itu, stabilitas volume perdagangan menunjukkan bahwa shock tersebut dianggap tidak material oleh pelaku pasar, sesuai dengan Market Microstructure Theory. Penelitian ini menegaskan peran bank sistemik sebagai barometer stabilitas pasar keuangan Indonesia dalam menghadapi risiko eksternal.
Profitability Stability and Liquidity Risk Mitigation: An Empirical Analysis of Indonesian Guarantee Institutions Azizah Akbariani Ahmad; Husna Karimah; Muhammad Ariq Athallah Akbar
Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmbj.8.1.2026.42-51

Abstract

This study examines the resilience of profitability (Return on Assets) within Indonesian Guarantee Institutions, specifically focusing on withstanding the stress testing triggered by the COVID-19 pandemic. Adopting a quantitative approach, this research analyzed monthly secondary data from the Financial Services Authority (OJK) spanning January 2016 to June 2022 to capture the complete crisis cycle, from the initial stability phase to the subsequent recovery. The data analysis utilized Multiple Linear Regression via the Ordinary Least Squares (OLS) method on 76 observations following data transformation. The empirical results revealed a "Solvency Paradox," wherein the Solvency Margin Ratio (SMR) exerted a significant negative effect on ROA, suggesting capital allocation inefficiencies stemming from overly conservative management policies. In contrast, the Liquidity Ratio and Capital Adequacy Ratio demonstrated significant positive impacts, functioning as essential pillars of financial resilience and primary shock absorbers during periods of volatility. Furthermore, the Incurred Claims ratio and Gearing Ratio yielded no significant effect; this reflects the efficacy of risk transfer mechanisms through reinsurance in insulating net profits from operational shocks. Managerial implications emphasize the necessity of strategic repositioning—moving beyond passive capital accumulation toward the optimization of liquid investment instruments to sustain an equilibrium between financial security and profitability.