Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akses Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir: Studi Kesehatan Masyarakat Rusdin Wally; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Coastal communities are vulnerable to health problems due to limited access and socioeconomic conditions. Access to and utilization of health services are important factors in determining the level of public health. This study aims to analyze the factors influencing access to and utilization of health services in coastal communities. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 130 respondents was selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using logistic regression. The results indicate that distance to health facilities, income, education level, and perceptions of health services significantly influence health service utilization (p < 0.05). Distance to facilities and perceptions of service quality were the dominant factors. In conclusion, improving physical access and the quality of health services is essential to increase service utilization by coastal communities. Keywords: Coastal Communities, Health Access, Service Utilization, Public Health ABSTRAK Masyarakat pesisir merupakan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan akses dan kondisi sosial ekonomi. Akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 130 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa faktor jarak fasilitas kesehatan, pendapatan, tingkat pendidikan, dan persepsi terhadap pelayanan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan (p < 0,05). Jarak fasilitas dan persepsi kualitas pelayanan menjadi faktor dominan. Kesimpulannya, peningkatan akses fisik dan kualitas pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan oleh masyarakat pesisir. Kata Kunci: Masyarakat Pesisir, Akses Kesehatan, Pemanfaatan Layanan, Kesehatan Masyarakat
Sekolah Peduli Sampah: Edukasi Dan Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Hairudin Rasako; Rusdin Wally; Arfan Ohorella
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1527

Abstract

Pengelolaan sampah di sekolah merupakan bagian penting dalam pembentukan perilaku peduli lingkungan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah melalui edukasi dan aksi nyata berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 09 April 2026 di Sekolah Dasar Negeri 51 Maluku Tengah, Dusun Wainuru, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Peserta terdiri atas 77 siswa dan 7 guru. Seluruh pelaksana terlibat aktif dengan dukungan 4 mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan interaktif, presentasi, tanya jawab, pengenalan jenis dan dampak sampah, pemilahan sampah, serta aksi nyata pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik tanpa kendala. Peserta berpartisipasi aktif dan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilahan serta pengelolaan sampah. Berdasarkan indikator pelaksanaan, seluruh tujuan kegiatan tercapai dengan ketercapaian 100%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai praktik langsung dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui pembiasaan, pemantauan, dan keterlibatan guru serta warga sekolah.