Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM BERBASIS DIGITAL DI KAMPUNG ENGGROS Ulfah Rizky Muslimin; Elia Madatu Tandililing; Putri Ratnasari; Maria Apriyane Patty; Rizka Aisyah Nurjannah; Bucek Jalu Prasetyo Arjuna; Gian Giovania; Yulianti Karoma; Alfonsina S.S Wanma
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.5653

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have a strategic role in supporting national and regional economic stability. In Papua, the MSME sector continues to develop as a key driver of the local economy. However, many MSME actors still face challenges in financial management, such as the lack of transaction recording, the absence of separation between personal and business finances, and limited understanding of financial reporting. This condition results in a low ability to control cash flow and to access formal financing sources. The use of digital technology through financial applications has become an effective solution to improve efficiency and transparency in MSME financial management. One recommended application is SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan), developed by Bank Indonesia, which helps business actors prepare simple digital-based financial reports. This community service activity was conducted in Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, aiming to provide assistance in bookkeeping and the preparation of digital-based financial reports for local micro business actors. The methods used include socialization, training, and participatory assistance in the use of the SIAPIK application. The results show a significant improvement in participants’ understanding of transaction recording, asset management, pricing determination, and receivables and payables management. In addition, business actors are able to operate the SIAPIK application independently and produce valid financial reports to support decision-making and access to financing.
PENGARUH AUDIT INTERNAL DAN TRANSPARANSI KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS PUBLIK Putri Ratnasari; Andi Urfia Awaliah; Bachrudin K. Una; Cesilia Arum Septianingsih
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/14r4hm55

Abstract

Akuntabilitas publik merupakan prinsip penting dalam tata kelola sektor publik yang bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan keuangan yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang efektif serta transparansi informasi untuk meningkatkan akuntabilitas publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit internal dan transparansi keuangan terhadap akuntabilitas publik pada instansi sektor publik di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang yang terlibat dalam pengelolaan keuangan. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal dan transparansi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas publik. Pelaksanaan audit internal yang efektif dapat memperkuat sistem pengawasan serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, sedangkan transparansi keuangan mendorong keterbukaan informasi sehingga masyarakat dapat memantau pengelolaan keuangan organisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas audit internal dan transparansi pelaporan keuangan dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan akuntabilitas publik serta memperkuat tata kelola organisasi sektor publik.