Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINGKAT AKSEPTASI DAN KEPATUHAN PAJAK PELAKU USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TERHADAP PERATURAN PEMERINTAH NO 23 TAHUN 2018 Elia Madatu Tandililing; Ulfah Rizky Muslimin; Maria Apriyane Patty; Bucek Jalu A. Prasetyo; Gian Giovania; Putri Ratnasari; Joice C. Karubaba; Yulianti Karoma
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 2 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.14263

Abstract

Penelitian ini mengekplorasi tingkat akseptasi dan kepatuhan pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. Menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai model landasan teori, penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi dan menganalisis: (1) persepsi, (2) komitmen kepatuhan pajak dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pajak pelaku UMKM terhadap kebijakan pajak UMKM dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta dilakukan dengan teknik in-depth interview kepada 18 wajib pajak orang pribadi UMKM yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jayapura. Menggunakan tiga elemen penentu kehendak dan kecenderungan kehendak dalam TPB dalam mengelaborasi dan menganalisis tiga tujuan penelitian tersebut, penelitian ini memiliki tiga hasil penelitian. Pertama, para partisipan menunjukkan persepsi yang positif terhadap kebijakan pajak UMKM. Persepsi tersebut termotivasi oleh tax morale partisipan yang direfleksikan melalui: komponen manfaat yang mendominasi sikapnya terhadap perilaku; dorongan yang positif, kaidah dalam agama beserta praktek nyata kepatuhan pajak di lingkungannya yang membentuk norma subjektifnya dan; hal kemudahan yang mendominasi persepsi kendali keperilakuannya. Kedua, mayoritas partisipan menunjukkan komitmen yang kuat untuk berlaku patuh terhadap kewajiban pajaknya. Hal ini terwujud dalam keputusan kehendak berperilakunya. Ketiga, tingkat kepatuhan pajak dari partisipan kuat dipengaruhi oleh motivasi yang melekat dalam persepsinya. Mengacu pada ketiga hasil tersebut, partisipan menunjukkan tingkat akseptasi dan kepatuhan pajak yang memadai terhadap kebijakan pajak UMKM dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018.
PENDAMPINGAN PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM BERBASIS DIGITAL DI KAMPUNG ENGGROS Ulfah Rizky Muslimin; Elia Madatu Tandililing; Putri Ratnasari; Maria Apriyane Patty; Rizka Aisyah Nurjannah; Bucek Jalu Prasetyo Arjuna; Gian Giovania; Yulianti Karoma; Alfonsina S.S Wanma
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.5653

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have a strategic role in supporting national and regional economic stability. In Papua, the MSME sector continues to develop as a key driver of the local economy. However, many MSME actors still face challenges in financial management, such as the lack of transaction recording, the absence of separation between personal and business finances, and limited understanding of financial reporting. This condition results in a low ability to control cash flow and to access formal financing sources. The use of digital technology through financial applications has become an effective solution to improve efficiency and transparency in MSME financial management. One recommended application is SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan), developed by Bank Indonesia, which helps business actors prepare simple digital-based financial reports. This community service activity was conducted in Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, aiming to provide assistance in bookkeeping and the preparation of digital-based financial reports for local micro business actors. The methods used include socialization, training, and participatory assistance in the use of the SIAPIK application. The results show a significant improvement in participants’ understanding of transaction recording, asset management, pricing determination, and receivables and payables management. In addition, business actors are able to operate the SIAPIK application independently and produce valid financial reports to support decision-making and access to financing.
Mengurai Dinamika Bumkam Pusat Anugerah Melalui Pendampingan Dan Pemetaan Potensi Di Kampung Yuwanain Tarisa Everalda Sainyakit Nanthi; Elia Madatu Tandililing; Kristina Yogi; Vivaldi Virgo Jitmau; Kevin Christian Mansawan; Irianti Wandagau; Dimas Nugroho; Lois Bemey; Mathilda Firdayanti Lelang; Nabila Yulianty Simanjorang; Gian Giovania
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11813

Abstract

Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Pusat Anugerah di Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom masih berada pada tahap perintisan dan menghadapi permasalahan dalam tata kelola kelembagaan, administrasi keuangan, kepastian aset usaha, pembagian tugas pengurus, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan kelembagaan dan operasional, memetakan potensi ekonomi lokal, serta memberikan pendampingan awal bagi pengembangan usaha BUMKam. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, diskusi lintas pemangku kepentingan, dan dokumentasi. Pihak yang dilibatkan meliputi pemerintah kampung, pengurus BUMKam, petani, pengelola Sanggar Tari Taruna Jaya, serta masyarakat yang mengetahui aktivitas ekonomi kampung. Intervensi mencakup pemetaan potensi usaha, penyusunan rancangan awal Business Model Canvas, edukasi pemasaran digital, dan pelatihan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya ketidakkonsistenan informasi mengenai lahan dan aset produktif, belum tertibnya dokumentasi transaksi, perangkapan tugas pengurus, terbatasnya jangkauan pemasaran, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi pertanian, peternakan, perikanan, seni budaya, wisata olahraga, dan produk olahan rumah tangga. Kegiatan menghasilkan peta masalah kelembagaan dan potensi ekonomi yang lebih terstruktur, alternatif arah pengembangan usaha, serta kerangka awal untuk memperkuat perencanaan, transparansi, pemasaran, dan pencatatan keuangan. Keberlanjutan program memerlukan inventarisasi dan penegasan status aset, penyusunan dokumen kerja sama, pembagian tugas yang jelas, pencatatan transaksi secara rutin, validasi model usaha, pendampingan berkala, serta kolaborasi antara pemerintah kampung, pengurus BUMKam, masyarakat, dan perguruan tinggi.