Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga Sebagai Konselor Pemberian Makanan Bayi dan Anak di Desa Cabeyan, Sukoharjo. Firmansyah; Puan Ayu Safir Agusta; Kharisma Kusuma Wardani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i1.1224

Abstract

Reducing the prevalence of stunting is one of the goals in Indonesia's development, the 2025 Global Nutrition Targets and is included in the indicators in the Sustainable Development Goals (SDGs). However, one in three children in Indonesia suffers from stunting. The government has made various efforts to achieve this goal, namely by referring to the recommendations of the Lancet 2013 which include sensitive and specific nutritional interventions. To support these efforts, the proposer prepared a proposal to assist in accelerating stunting reduction in Cabeyan Village with nutrition education activities on feeding infants and children (PMBA). PMBA is an activity that includes exclusive breastfeeding socialization, how to process local food in Cabeyan Village, Bendosari, Sukoharjo such as practicing snack cooking demonstrations that can be used as MP Breast Milk and PMT recovery for stunted toddlers. In addition, the food products produced can also be sold to improve the economy in the village. The PMBA program will be carried out at each posyandu in Cabeyan Village which adjusts to the routine schedule of the Posyandu for toddlers. Community Service uses the lecture method, namely providing PMBA counseling to posyandu cadres and family companion cadres totaling 24 people. Furthermore, the target of this activity will be a peer-educator to the community in Cabeyan Village regarding the practice of feeding infants and children. The success indicator of this activity is that it can be followed by 100% of posyandu cadres and family companions who can then provide insight into improving the knowledge of mothers under five and the community in Cabeyan Village by utilizing local food. In addition, there was an increase in target knowledge of more than 70% at the time of knowledge evaluation
Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita (24-59 Bulan) di Desa Bekonang Sukoharjo Viska Insani; Firmansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1157

Abstract

Pendahuluan : Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki tinggi badan lebih rendahdibandingkan umur berdasarkan indikator TB/U. Salah satu faktor yang diduga berhubungan denganstunting adalah asupan energi dan protein yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh balita. Tujuan :mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulandi Desa Bekonang, Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain observasional denganpendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 92 balita yang diambil menggunakan teknikproportional random sampling. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui wawancara langsungkepada ibu balita menggunakan formulir food recall 3×24 jam selama 3 hari tidak berurutan, sedangkandata stunting diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan umur menggunakan indikator Z-scoreTB/U menurut Permenkes 2020. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment dan RankSpearman’s rho. Hasil : Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (81,5%), sedangkan balitastunting sebesar 18,5%. Sebanyak 92,4% balita memiliki asupan energi kurang dan 91,3% memilikiasupan protein lebih. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupanenergi (p=0,417) dan asupan protein (p=0,126) dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan.Simpulan : Asupan energi dan protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadianstunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Bekonang, Sukoharjo.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita di Bekonang, Sukoharjo Latifa Nur Sabrina; Firmansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1181

Abstract

Pendahuluan : Stunting masih menjadi masalah kesehatan pada balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan : mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan (cronbach's alpha = 0,839) dan sikap ibu (cronbach’s alpha = 0,740) menggunakan pengukuran antropometri balita, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi p≤0,05. Hasil : sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pemberian MP-ASI sebesar 68,5%, namun mayoritas memiliki sikap negatif terhadap pemberian MP-ASI sebesar 52,2%. Proporsi balita yang mengalami stunting sebesar 20,7%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p=0,270), tetapi terdapat hubungan signifikan antara sikap ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita (p=0,035). Kesimpulan : Pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan, namun sikap ibu memiliki hubungan signifikan tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita di Bekonang, Sukoharjo.