p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pharmacopoeia
Muthia Nurhidayah
University of Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Tangerang Muthia Nurhidayah; Nuraini Nuraini; Sefi Megawati
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1257

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat di Indonesia seiring dengan meningkatnya prevalensi hipertensi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi gagal ginjal kronik di Indonesia masih menjadi perhatian serius, dan di Rumah Sakit X Tangerang, PGK termasuk dalam penyakit dengan angka kejadian tinggi dengan hipertensi sebagai komorbiditas utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien PGK yang dirawat inap, meliputi ketepatan pemilihan pasien, indikasi, pemilihan obat, dan dosis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data retrospektif dari rekam medis pasien PGK yang dirawat di ruang rawat inap Rumah Sakit X Tangerang. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, jenis obat antihipertensi yang digunakan, kadar kreatinin serum, tekanan darah, serta kondisi klinis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 41,6% pasien menerima terapi monoterapi dan 58,3% menerima terapi kombinasi. Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan meliputi captopril, ramipril, valsartan, telmisartan, furosemid, bisoprolol, amlodipin, nifedipin, dan klonidin. Evaluasi penggunaan obat antihipertensi menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 100%, ketepatan pemilihan obat sebesar 98,33%, dan ketepatan dosis sebesar 96,66%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien PGK yang dirawat inap di Rumah Sakit X Tangerang sebagian besar telah rasional dan sesuai dengan pedoman terapi, namun evaluasi berkelanjutan tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas terapi.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Tangerang Muthia Nurhidayah; Nuraini Nuraini; Sefi Megawati
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1257

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) has become an increasingly important public health problem in Indonesia, in parallel with the rising prevalence of hypertension. Data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) indicated that the prevalence of chronic kidney failure in Indonesia remained a serious concern, and at RSU Kab. Tangerang, CKD was among the diseases with a high incidence, with hypertension as the main comorbidity. This study aimed to evaluate patterns of antihypertensive drug use in hospitalized CKD patients, including the appropriateness of patient selection, indications, drug selection, and dosing. A descriptive study design was applied using retrospective data obtained from the medical records of CKD patients treated in the inpatient ward of RSU Kab. Tangerang during the most recent study period. The data collected included patient characteristics, types of antihypertensive drugs prescribed, serum creatinine levels, blood pressure measurements, and patients’ clinical conditions. The results showed that 41.6% of patients received monotherapy, while 58.3% received combination therapy. The most commonly prescribed antihypertensive drugs were captopril, ramipril, valsartan, telmisartan, furosemide, bisoprolol, amlodipine, nifedipine, and clonidine. Evaluation of antihypertensive drug use revealed 100% appropriateness in indications, 98.33% appropriateness in drug selection, and 96.66% appropriateness in dosing. In conclusion, the use of antihypertensive drugs in hospitalized CKD patients RSU Kab. Tangerang was largely rational and consistent with therapeutic guidelines; however, continuous evaluation is still required to further improve the quality of therapy.