Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Seren Taun Di Kesepuhan Cibadak, Lebak Banten Sebagai Wujud Syukur Dan Pelestarian Budaya Ernawati Ernawati; Muhamad Bahrul Ulum; Siti Herni; Ayu Dian Maulida; Aldo Dian Aldiyansah
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Seren Taun di masyarakat Kasepuhan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten sebagai wujud rasa syukur masyarakat sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Tradisi Seren Taun merupakan bagian dari sistem kehidupan masyarakat agraris yang memiliki makna religius, sosial, budaya, dan ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami kehidupan masyarakat dari sudut pandang mereka sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh adat serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kasepuhan Cibadak masih mempertahankan sistem kehidupan agraris yang kuat, di mana pertanian, khususnya padi, menjadi pusat kehidupan sekaligus dasar pelaksanaan tradisi Seren Taun. Tradisi ini memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga identitas budaya, serta mempertahankan hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Upaya pelestarian dilakukan melalui peran tokoh adat, partisipasi aktif masyarakat, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman. Namun demikian, tradisi Seren Taun juga menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan pola pikir generasi muda, masuknya budaya luar, serta alih fungsi lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tetap lestari dan relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Internalisasi Nilai Tradisi Seren Taun melalui Pembelajaran Sejarah Lokal untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Siswa Siti Herni; Usmaedi Usmaedi; Weny Widyawati Bastaman
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 2 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i2.842

Abstract

Kesadaran siswa terhadap sejarah dan budaya lokal di Indonesia masih rendah. Pembelajaran sejarah di sekolah juga lebih banyak membahas sejarah nasional, sehingga kurang mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal melalui Tradisi Seren Taun terhadap kesadaran sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Muncang, Kabupaten Lebak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada tokoh adat Kesepuhan Cirompang, guru sejarah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Tradisi Seren Taun membuat siswa lebih memahami sejarah dan nilai budaya lokal. Siswa juga menjadi lebih bangga dan peduli terhadap pelestarian budaya daerahnya. Guru dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran ini, karena materi yang dekat dengan kehidupan siswa membuat mereka lebih aktif dan tertarik belajar. Meski begitu, masih ada beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, kurangnya bahan ajar sejarah lokal, dan sulitnya kunjungan langsung ke lokasi tradisi. Guru mengatasi kendala ini dengan menggunakan video, foto, dan diskusi kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal efektif meningkatkan kesadaran sejarah siswa, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat adat dalam menjaga budaya lokal.