ABSTRACTPulmonary tuberculosis is one of the major health problems in indoneisa, especially among patients with diabetes mellitus who have weakened immune systems. The combination of DM-TB increases the risk of disease severity, including the development of extensive pulmonary lesions. This study aims to determine the relationship between random blood glucose (GDS) levels and the extent of thoracic lesions on chest X-rays in patient with Diabetes Mellitus who have Pulmonary Tuberculosis. This research employed an analytical quantitative method with a cross-sectional design. Data were obtained from medical records of patients who met the inclusion criteria, with a a total sampel of 62 individuals. The analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant relationship between GDS levels and the extent of thoracic lesions, with a p-value of 0.0300 (P0.05). Patients with uncontrolled GDS levels tended to have more extensive pulmonary lesions.The conclusion of this study is that there is a significant relationship between random blood glucose levels and the extent of thoracic lesions on chest X-rays in DM-TB patients, indicating that good glycemic control is very important in the management of Diabetes Mellitus patients with comorbid Pulmonary Tuberculosis. Keywords: Diabetes Mellitus, Pulmonary Tuberculosis, Random Blood Glucose, Thoracic LesionABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di indonesia, terutama pada pasien diabetes melitus yang memiliki sistem imun yang lemah. Kombinasi DM-TB meningkatkan risiko keparahan penyakit, termasuk terbentuknya lesi paru yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah sewaktu (GDS) dengan luas lesi rontgen thoraks pada pasien Diabetes Melitus yang menderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar GDS dengan luas lesi thoraks, dengan nilai p sebesar 0,030 (p 0,05). Pasien dengan GDS yang tidak terkontrol lebih banyak mengalami lesi paru yang luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara kadar gula darah sewaktu dengan luas lesi rontgen thoraks pada pasien DM-TB, sehingga kontrol glikemik yang baik sangat penting dalam Manajemen pasien Diabetes Melitus dengan komorbid Tuberkulosis Paru. Kata kunci: Diabetes Melitus, Tuberkulosis Paru, Gula Darah Sewaktu, Lesi Thoraks