Claim Missing Document
Check
Articles

PROTEINURIA PASIEN DIABETES MELITUS DAN OBESITAS POLI PENYAKIT DALAM RS IBNU SINA MAKASSAR Indah Lestari; Dzul Rizka; Prema Hapsari; Pratiwi L Basri; Nur Hidayah
Green Medical Journal Vol 1 No 1 (2019): Green Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.595 KB) | DOI: 10.33096/gmj.v1i1.18

Abstract

Prevalensi diabetes melitus di dunia mengalami peningkatan pesat dibarengi meningkatnya angka kejadian komplikasi kronik gangguan ginjal. Resistensi insulin yang mendasari diabetes melitus pada obesitas dimana keduanya merupakan faktor risko utama kejadian kardiovaskuler. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan obesitas dengan terjadinya proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode Penelitian cross sectional pada 32 orang pasien DM di RS Ibnu Sina yang diukur berat badan, tinggi badan dan lingkar pinggangnya. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan urinalisis lengkap dalam satu waktu. Hasil penelitian ini didapatkan kategori proteinuria (+) 4 orang (12,5%), kategori proteinuria (++) 1 orang (3,1%), kategori proteinuria (+++) 2 orang (6,3%), dan kategori proteinuria (++++) 1 orang (3,1%). Pada kategori obesitas didapatkan untuk kategori overweight ada 17 orang (53,1%), obesitas I 5 orang (15,6%), obesitas II tidak ada dan obesitas III sebanyak 1 orang (3,1%). Sedangkan berdasarkan pemeriksaan lingkar pinggang didapatkan pada kelompok lingkar pinggang normal sebanyak 1 orang tidak didapatkan proteinuria dan pada kelompok dengan lingkar pinggang tidak normal sebanyak 31 orang didapatkan proteinuria sebanyak 8 orang.  Setelah dilakukan uji statistik untuk menilai hubungan obesitas dengan proteinuria didapatkan nilai p>0,05. Begitu pula pada analisis hubungan lingkar pinggang dengan proteinuria didapatkan nilai p>0,05. Tidak ada hubungan antara obesitas dan proteinuria begitu pula dengan hubungan lingkar pinggang dan proteinuria.
SLICC 2012: Kriteria Klasifikasi SLE Prema Hapsari Handayani
UMI Medical Journal Vol 2 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.716 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i2.29

Abstract

Istilah Lupus diambil dari bahasa latin yang berarti serigala dan dipakai pertama kali pada abad pertengahan untuk menggambarkan lesi kulit yang erosive yang mirip dengan gigitan serigala. Pada tahun 1846 seorang ahli dari Vienna bernama Ferdinand von Hebra memperkenalkan istilah “kupu-kupu” untuk menggambarkan rash di daerah malar dan menyebutnya sebagai lupus erythematosus . Ilustrasi ini dipublikasikan pertama kali dalam bukunya berjudul Atlas os Skin Disease pada tahun 1856. Lupus kemudian dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu Discoid Lupus Erythematosus,Neonatal Lupus Erythematosus, Drug Induced Lupus dan Systemic Lupus Erythematosus.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricate Linn) TERHADAP PERUBAHAN KADAR FRAKSI LIPID PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG MENGALAMI DISLIPIDEMIA Prema Hapsari Hidayati; Gina Isni Djanuaresty Iskandar; Mufia Muin; Nurul Faiqah; Agung Sukriadi; Rahmawati Mamille
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 7 No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v7i1.35608

Abstract

Introduction: Dyslipidemia is associated with mortality from cardiovascular disease. Soursop leaves are a traditional medicine that can lower blood cholesterol levels. Studies on the effectiveness of soursop leaves on cholesterol levels are lacking. Objectives: To determine the effect of soursop leaf extract (Annona muricata Linn) on changes in lipid fraction levels in white male rats with dyslipidemia. Methods: This study used one group pre-test post-test on 15 male white rats which were divided into 3 groups. The first group was given soursop leaf extract, the second group was given simvastatin and the third group was given a placebo. Results: At the start of the study, the mean total cholesterol levels in the group of rats that received Annona muricata extract were 188.4 mg/dL, triglycerides 107.4 mg/dl, LDL 94 mg/dl, and HDL 24.8 mg/dl. After treatment, the mean total cholesterol level was 136.2 mg/dL (p=0.023), triglycerides 90.4 mg/dL (p=0.018), LDL 81 mg/dL (p=0.000), HDL 28.8 mg/dL (p=0.02). Conclusion: Annona muricata L leaf extract can significantly reduce total cholesterol, LDL cholesterol, and triglyceride levels, and can also increase HDL cholesterol levels in the diet-induced hypercholesteromial rat group.
Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis Mutiara Amalia; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Sri Vitayani; Sri Wahyuni Gayatri
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.244

Abstract

Latar belakang:. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 sekitar 51,1% laki laki dan 27,1% perempuan dari 100.000 populasi meninggal akibat sirosis hepatis. Di Indonesia data mengenai sirosis hepatis masih kurang oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai karakteristik sirosis hepatis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien sirosis hepatis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu deksriptif observasional. dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien sirosis hepatis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018-2021. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan usia terbanyak pada kelompok 51-60 tahun (45,5%) dan sebanyak 36 pasien (65,5%) berjenis kelamin laki laki. Dengan tingkat Pendidikan terakhir setara SMP/Sederajat (36,4%), dan berstatus tidak bekerja (41,8%). Penyebab sirosis terbanyak adalah hepatitis B (54,5%), dengan komplikasi terbanyak adalah asites (38,2%). Sekitar 29 pasien (52,7%) memiliki klasifikasi child pugh B dan sebagian besar sirosis hepatis dekompensata (46%). Kesimpulan:. Pasien sirosis hepatis di RS. Ibnu Sina Makassar paling banyak ditemukan pada kelompok usia 51-60 tahun, laki laki, pendidikan terakhir SMP/Sederajat, dan tidak bekerja. Penyebab tersering hepatitis B dengan komplikasi asites, klasifikasi child pugh B, dan merupakan sirosis hepatis dekompensata.
HUBUNGAN POLA MAKAN, TINGKAT STRESS, DAN RIWAYAT PENGGUNAAN OAINS DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA ANGKATAN 2020 Andi Adam Indra; Rasfayanah; Nirwana Laddo; Nesyana Nurmadilla; Prema Hapsari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v1i2.693

Abstract

Latar belakang:  Sekitar 25% populasi di dunia mengalami gejala dyspepsia enam kali setiap tahunnya.Diperkirakan sekitar 30% kasus dijumpai pada praktek dokter umum dan 60% kasus pada praktek gastroenterology. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 15-40% populasi mengalami dyspepsia. Menurut data Depkes tahun 2016 mengenai profil kesehatan Indonesia, nyeri abdomen dan gastroenteritis ringan lainnya menempati urutan ke 3 dari 10 daftar penyakit pada pasien rawat inap terbanyak dengan jumlah 380.774 kasus. Sindroml dispepsia dapatl disebabkan olehl banyak lhal.penyebab timbulnya dispepsia diantaranyal karena faktorl diet danl lingkungan, sekresil cairan asaml lambung, fungsil motorik llambung, persepsi viscerall lambung, psikologi,dan infeksil Helicobacter pylori. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Observational/Survei dengan pendekatan analitik dan desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020 dengan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dan dihitung berdasarkan rumus Slovin sehingga jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 167 responden. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil uji statistik terhadap frekuensi makan dengan gejala dispesia didapatkan nilai p = 0,031 berarti < 0,05 dan OR = 0,411. Hasil uji statistik antara porsi makan terhadap Kejadian dispepsia didapatkan nilai p = 0,022 berarti < 0,05 dan OR = 2,808. Hasil uji statistik antara jenis makan terhadap Kejadian dispepsia didapatkan nilai p = 0,043 berarti < 0,05 dan OR = 0,443. Hasil uji statistik tingkat stress terhadap dispepsia didapatkan nilai p = 0,034 berarti < 0,05 . Hasil uji statistik riwayat oains terhadap dispepsia didapatkan nilai p = 0,000 berarti < 0,05 dan OR = 0,018. Kesimpulan: Pola Makan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020 mayoritas memiliki frekuensi makan >3 kali sehari, porsi makan baik, dan mengkonsumsi makanan yang tidak mengiritasi, tingkat stress pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim Indonesia Angkatan 2020 pada penelitian ini mayoritas mahasiswa mengalami stress sedang, Riwayat penggunaan oains pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim Indonesia Angkatan 2020 pada penelitian ini mayoritas mahasiswa tidak memiliki Riwayat oains, mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim Indonesia Angkatan 2020 pada penelitian ini mayoritas menderita sindrom dyspepsia, Terdapat hubungan signifikanl antara Pola Makan, Tingkat stress dan riwayatl penggunaan OAINSl dengan kejadian ldispepsia.
Analisis Faktor-faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2021 Dahliah Dahliah; Prema Hapsari Hidayati; Wisudawan Wisudawan; M. Iswan Wahab; Afifah Ridha Humairah
Syntax Idea 1715-1723
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i4.3047

Abstract

In Indonesia, Coronary Heart Disease (CHD) is the main cause of all deaths. Risk factors that contribute to the occurrence of coronary heart disease are divited into risk factors that cannot be changed, namely age, sex, and heredity, and risk factors that can be changed, namely dyslipidemia, hypertension, obesity, and diabetes mellitus. To describe the risk factors for coronary heart disease at the Ibnu Sina Hospital in Makassar in 2021. The type of research used is a descriptive retrospective study using a cross-sectional design based on secondary data from medical records at Ibnu Sina Hospital Makassar in 2021. The highest CHD incidence based on the types was Stable Angina Pectoris (SAP) with 45 people (53.3%) and the most risk factors were in the late elderly group (56-65 years) with 26 people (31.0%), male sex with 57 people (67.9%), hypertension stage 1 with 37 people (44.0%), not accompanied by diabetes mellitus with 68 people (81.0%), and accompanied by dyslipidemia with 46 people (54.8%). CHD patient are most commonly found with a diagnosis of SAP, the late elderly group (56-65 years), male, stage 1 hypertension, not accompanied by diabetes mellitus, and accompanied by dyslipidemia.
Hubungan Body Mass Index (BMI) terhadap Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Prema Hapsari Hidayati; Andi Ambar Yusufputra; Asrini Safitri; Nurfachanti; Rachmat Faisal Syamsu
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v5i02.15

Abstract

Prevalensi GERD di dunia cukup tinggi, di Amerika Utara angka kejadian GERD 18.1%-27.8%, Amerika Selatan 23.0%, Eropa 2.5%-7.8%, Australia 11.6%, Timur Tengah 8.7%-33.1%, dan Asia tahun 2014 2.5%-7.8%, termasuk Indonesia data terakhir menunjukkan bahwa prevalensinya semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh karena adanya perubahan gaya hidup yang meningkatkan seseorang terkena GERD, seperti merokok dan obesitas. Penyakit refluks gastroesofagus Gastroesofageal Reflux Disease (GERD)adalah suatu keadaan patologis akibat refluks isi lambung ke dalam esophagus. Pada orang obesitas, terjadi peningkatan tekanan intraabdomen. Hal ini terjadi karena akumulasi lemak di jaringan adiposa perut. Peningkatan tekanan intraabdomen ini meregangkan LES sehingga memungkinkan terjadinya refluks esofagus yang menyebabkan mukosa esofagus terekspos oleh isi lambung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control berdasarkan fakta yang telah terjadi dan tercatat pada data di bagian rekam medis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2018 - 2020. Populasi penelitian ini190 orang dimana orang-orang dengan diagnosis GERDatau NONGERD dengan Body Mass Index yang lengkap. Sampel didapatkan pada pasien GERD 95 orang dan NONGERD sebanyak 95 orang sebagai sampel kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berjenis kelamin perempuan (68.4%), berusia 18-35 tahun (47.4%). Data distribusi Body Mass Index terlihat bahwa dengan kategori underweight sebanyak 10 responden (10.5 %) ,normal sebanyak 45 responden (47.4%), overweight sebanyak 17 responden (17.9%), Obesitas 1 sebanyak 17 responden (17.9%), dan Obesitas 2 sebanyak 6 responden (6.3%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk menambahkan penunjang endoskopi untuk diagnosis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Efektivitas Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Penderita Prediabetes Selviani; Arina F Arifin; Rezky Pratiwi L Basri; Prema Hapsari; Arni Isnaini Arfah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.14

Abstract

Buah naga mengandung berbagai macam antioksidan yaitu flavonoid, vitamin E, vitamin C, dan beta karoten yang memiliki kemampuan untuk menurunkan stress oksidatif dan mengurangi ROS (Reaktive Oxygen Species) sehingga dapat menimbulkan efek protektif terhadap sel β pankreas dan meningkatkan sensitifitas insulin. Vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dapat mengurangi resistensi insulin dengan meningkatkan fungsi endotel dan menurunkan stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) terhadap kadar glukosa darah pada penderita prediabetes. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran UMI angkatan 2016 pada bulan Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan metode desain quasy experimen dengan rancangan control grup pre-test post-test design. Terdapat 27 orang sampel yang mengalami prediabetes dimana 9 orang pada kelompok intervensi 1, 9 orang kelompok intervensi 2 dan 9 orang pada kelompok kontrol, karena menggunakan 2 kelompok terapi yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Glukosa darah diukur secara langsung menggunakan Glukometer. Hasil uji statistic yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Kesimpulan hasil uji paired sample t-Test menunjukkan terdapat penurunan glukosa darah pada kelompok intervensi (p=0.001) dan, pada kelompok kontrol terjadi penurunan glukosa darah dimana (p=0.000). Berdasarkan kesimpulannya ialah ada pengaruh buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) pada penurunan glukosa darah.
Frekuensi Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) pada Pasien Antenatal Care (ANC) Jumarti Ika Wulandari MZ; Erlin Syahril; Irmayanti; Rachmat Faisal Syamsu; Prema Hapsari; Ana Meliyana; Yusuf Kidingallo
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i3.60

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu faktor penunjang untuk menurunkan angka kematian ibu. Antenatal Care (ANC) yang baik dan sedini mungkin akan mencegah angka kematian ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kualitas ibu hamil. Angka kematian dan komplikasi dalam kehamilan dapat dikurangi dengan ANC secara teratur yang bermanfaat untuk memonitor kesehatan ibu hamil dan bayinya. Penggunaan USG dalam dunia kesehatan dikenal juga dengan istilah sonografi obstetri, dilakukan pada kehamilan yang bertujuan untuk mengetahui anatomi janin. Pemeriksaan anatomi janin merupakan bagian dari standar pemeriksaan ultrasonografi obstetri yang dilakukan untuk mengidentifikasi organ internal utama janin. Penelitian ini menggunakan penelitian Literature Review dengan desain Narrative Review. Dari Penelitian ini di dapatkan Pemeriksaan ultrasonografi dirasa masih terlalu mahal untuk penduduk dengan perekonomian menengah ke bawah. Didapatkan ibu yang sudah mempunyai pengalaman mengalami kehamilan lebih cenderung untuk tidak melakukan kunjungan antenatal, karena mereka berpandangan bahwa perawatan antenatal tidak penting atau karena adanya halangan terhadap akses seperti tidak ada yang merawat anak atau transportasi
Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kejadian Proteinuria pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi; Prema Hapsari hidayati h; Dwi Anggita; Sri Wahyu; Santriani Hadi; Ali Aspar Mappahya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i3.61

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu dari 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Peningkatan insiden diabetes melitus akan meningkatkan komplikasi. komplikasi ginjal yang tinggi akan menyebabkan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular. Adanya proteinuria yang resisten pada pasien diabetes melitus menandakan mulai terjadi kerusakan fungsi ginjal. Sebagian penderita diabetes melitus tipe 2 juga mengalami hiperurisemia. Hiperurisemia ini juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal yang ditandai dengan adanya proteinuria, kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan ginjal bekerja lebih berat sehingga dapat menyebabkan rusaknya sel pada ginjal yang ditandai dengan proteinuria. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar asam urat dengan kejadian proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sampel 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Mei-Juni 2019 di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar menunjukkan bahwa kategori kadar asar urat dengan proteinuria (-) sebanyak 24 orang (75%); (+) 4 orang (12,5 %); (++) 1 orang (3,1%); (+++) 2 orang (6,3%); (++++) 1 orang (3,1%). Hasil análisis dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0,685 (p<0,05) yang secara statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan kejadian proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 karena nilai p > 0,05. Pada penelitian ini tidak didapatkan hasil yang bermakna antara hubungan kadar asam urat dengan kejadian proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Namun didapatkan ada kecenderungan semakin tinggi derajat kadar asam urat, maka semakin tinggi juga derajat proteinuria yang terjadi.
Co-Authors A. Husni Esa Darussalam AB, Tarisya Febriyanti Baso Abbas Zavey Nurdin Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, Rezky Putri Indarwati Achmad Haruns Muchsin Ade Rahmy Sujuthi Afifah Ridha Humairah Afriansyah, Rafli Agnes Feterina Parwati Gosal Agung Sukriadi Ahyar, Muammar Aisyah Nabilah Sulthan Aisyah Primaputri Ali Aspar Mappahya Alifya, Kafka Mutiara Almirah, Michaella Amrizal Muchtar Ana Meliyana Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Ambar Yusufputra Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Yanti Andi Muhammad Luthfi Parewangi Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Ardiansar , Abdul Mubdi Arfan, Rafidah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arina F Arifin Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryani, Aulia As'ad, Andri Ashar Magguliling Tayibu Ashari, Anjelia Farmana Asram, Andi Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Assofi, A. Syarifah Balqis Astra Budiati Nusrat Astri Wahyuni Ayu Lestari Bakhtiar, Ilma Khaerina Basyar Basyar Berry Erida Hasbi Budiman Budiman Dahliah Dahliah AZ Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Danial, Nurul Fauziah Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Daulima, Shaula Vaganza Devita Nurul Ainiah, A. Dirgahayu L, Andi Millaty Dwi Anggita Dwi Anggita Dwi Anggita Dzul Rizka Edward Pandu Wiriansya Edward Pandu Wiriansya Eka Yanti, Andi Kartini Erlin Syahril Fadhillah, Fadhillah Fadil Mula Putra Faizul A Fatkhurroman, Imam Febie Irsandy Febie Irsandy Febriyanti, Andi Gina Fendy Dwimartono Firiansyah, Alief Rezeky G. Gunawan Gina Isni Djanuaresty Iskandar Hadi, Santriani Hamsah, M. Hamsah, Muhammad Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Hasan Hasan Hasliyawati Hasan Hasta Handayani Hendrian Chaniago Herlambang Andre Hermiaty I Irmayanti Imran Safei Imran Safei Imran Safei, Imran Imran, Muh. Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainnah Inna Mutmainnah Musa Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Iswan Wahab, M. Iwan Kurniawan Jabal Nur, Muhammad Jafar, Muh. Alfian Jumarti Ika Wulandari MZ Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kamandali, Buok Aria Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Khairun, Nadhifah Wasila M. Hamsah M. Iswan Wahab M. Yogi Riyantama Isjoni M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Mappaware, Nasrudin Andi Marzelina Karim Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mohammad Reza Zainal Abidin Mubarak, Andi Firman Mufia Muin Mufthiar Muhtar Muh Anugrah Ramadhan Muh. Fadil Asrar Muhammad Fauzul Azhim Muhammad Irsan Muflih Mundzir Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yasin Arsal Muhammad Yatsrib Semme Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Mutiara Amalia Muzammilia Nadraini Namirah, Hanna Aulia Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Ni’ma Haifa Amin Novriansyah , Zulfikri Khalil Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur Hidayah Nur, M. Jabal Nurfachanti Nurmadilla, Nesyana Nursyamsi Nursyamsi Nurul Faiqah P.Amir, Suliati Paulus Pratiwi L Basri Pratiwi Natsir Purnama, Rahmiaty Purnamasari, Reeny R Rahmawati Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Latief Rahmah, Marlyanti Nur Rahmatul Atika Jamal Rahmawati Mamille Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Muh. Dwi Cahyo Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Ratu Sri Bestari Reza Farelim Wardana Rezky Pratiwi L Basri Rezky Putri Indarwati Abdullah Ridha Humairah, Afifah Rifka Yusraeni Rismayanti Risna Sri Wahyuni M Rizal Basry Rizky Nurhumairah Sarifuddin Rusman Safitri, Asrini Santriani Hadi Sarah Sarwati, Athiyyah Sarinah Mandella Rumlawan Selviani Sherliana, Sherliana Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sitti Rukiyah Syawal Sodiqah, Yani Sri Irmandha Sri Irmandha K Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri St. Nur Ashilah Nafi’ah St. Nur Ashilah Nafi’ah Suci Ramadhani Sudirman Katu, Sudirman Suliati P Amir Sultan Buraena Sultan Buraena Surdam, Zulfiyah Syahril, Erlin Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarif Hidayatullah Syarifuddin Wahid Syarifuddin, Erwin Tabri, Nur Ahmad Tahir, Nur Cahyani Taufik, Muhammad Akram Tola, Aqilah Faizah Waode Inayatu Zahra Khairunnufus Wawan Susilo Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan Wisudawan Wisudawan Wisudawan, Wisudawan Wulan Purnamasyani S Yani Sodiqah Yani Sodiqah Yanti, Andi Kartini Eka Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa Yusuf Kidingallo Zulfikri Khalil Novriansyah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam