Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian konsumen perempuan di Kedai Kopi Alika Kabupaten Bandung Barat, baik secara parsial maupun simultan. Kedai Kopi Alika dipilih sebagai objek penelitian karena menerapkan model bisnis hulu-hilir dengan mengelola sendiri biji kopi Arabika Java Preanger bersama petani lokal, di tengah ketatnya persaingan dengan waralaba kopi nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 100 responden konsumen perempuan yang dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji instrumen (validitas dan reliabilitas), analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis korelasi, regresi linear berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis (uji t dan uji F) dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk (IS = 80,7%) dan persepsi harga (IS = 79,6%) berada pada kategori baik hingga sangat baik, sedangkan keputusan pembelian (IS = 78,5%) berada pada kategori baik. Kualitas produk terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 7,314; Sig. = 0,000), demikian pula persepsi harga (t = 5,013; Sig. = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (F = 230,499; Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 82,6% (R² = 0,826), sedangkan sisanya 17,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Kualitas produk terbukti sebagai faktor yang lebih dominan (β = 0,562) dibandingkan persepsi harga (β = 0,385). Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi kualitas produk kopi dan strategi harga yang kompetitif dalam mendorong keputusan pembelian konsumen perempuan pada UMKM kedai kopi lokal.