Perkembangan motorik kasar pada bayi usia 0-6 bulan merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Prevalensi gangguan perkembangan motorik di dunia mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sekitar 30% sementara di Indonesia menunjukkan sekitar 12,8% balita mengalami gangguan perkembangan. Tertundanya satu bulan dalam merangkak dapat meningkatkan risiko gangguan motorik kasar sebesar 5,3% hingga 14,0%, sementara keterlambatan berjalan dapat meningkatkan risiko gangguan motorik kasar sebesar 13,3%. Faktor pemicu keterlambatan perkembangan motorik kasar pada bayi adalah kurangnya stimulasi dari pengasuh dan orang tua, serta kelainan pada tonus otot. Intervensi KOMPIJAS (Kombinasi Pijat Bayi dan ASI Eksklusif) sebagai stimulasi taktil yang meningkatkan sirkulasi darah dan kekuatan otot dikombinasikan dengan pemberian ASI eksklusif yang mengandung nutrisi esensial seperti DHA dan AA yang mendukung perkembangan sistem saraf motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi pijat bayi dan ASI eksklusif terhadap percepatan perkembangan motorik kasar bayi usia 3-6 bulan. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design pada 40 bayi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat pijat bayi 3 kali per minggu selama 4 minggu serta ASI eksklusif sejak lahir. Instrumen yang digunakan adalah Denver II Developmental Screening Test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada perkembangan motorik kasar kedua kelompok (p = 0.000), dengan rata-rata peningkatan lebih besar pada kelompok intervensi dibanding kontrol. KOMPIJAS terbukti efektif mempercepat perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai stimulasi dini yang mendukung kualitas tumbuh kembang optimal.