p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Fitriana Sindi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Mindfulness Therapy Terhadap Penurunan Stres Pada Ibu Nifas Fitriana Sindi; Ramlah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.168

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa kritis bagi perempuan karena perubahan hormonal, fisik, dan psikologis yang signifikan. Salah satu gangguan psikologis yang sering muncul adalah stres. Saat ini, belum ada intervensi yang terstruktur dan teruji secara ilmiah untuk menurunkan stres pada ibu nifas di Indonesia. Salah satu pendekatan yang terbukti secara global adalah Mindfulness Therapy, namun penerapannya pada ibu nifas masih sangat terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh Mindfulness Therapy terhadap penurunan stres pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dipilih secara purposive sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi mindfulness diberikan selama 4 sesi (2 kali per minggu selama 2 minggu). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat penurunan skor stres yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Mindfulness Therapy efektif dalam menurunkan tingkat stres pada ibu nifas. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam layanan kebidanan komunitas.
Potensi KOMPIJAS terhadap Percepatan Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 3–6 Bulan Fitriana Sindi; Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.415

Abstract

Perkembangan motorik kasar pada bayi usia 0-6 bulan merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Prevalensi gangguan perkembangan motorik di dunia mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sekitar 30% sementara di Indonesia menunjukkan sekitar 12,8% balita mengalami gangguan perkembangan. Tertundanya satu bulan dalam merangkak dapat meningkatkan risiko gangguan motorik kasar sebesar 5,3% hingga 14,0%, sementara keterlambatan berjalan dapat meningkatkan risiko gangguan motorik kasar sebesar 13,3%. Faktor pemicu keterlambatan perkembangan motorik kasar pada bayi adalah kurangnya stimulasi dari pengasuh dan orang tua, serta kelainan pada tonus otot. Intervensi KOMPIJAS (Kombinasi Pijat Bayi dan ASI Eksklusif) sebagai stimulasi taktil yang meningkatkan sirkulasi darah dan kekuatan otot dikombinasikan dengan pemberian ASI eksklusif yang mengandung nutrisi esensial seperti DHA dan AA yang mendukung perkembangan sistem saraf motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi pijat bayi dan ASI eksklusif terhadap percepatan perkembangan motorik kasar bayi usia 3-6 bulan. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design pada 40 bayi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat pijat bayi 3 kali per minggu selama 4 minggu serta ASI eksklusif sejak lahir. Instrumen yang digunakan adalah Denver II Developmental Screening Test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada perkembangan motorik kasar kedua kelompok (p = 0.000), dengan rata-rata peningkatan lebih besar pada kelompok intervensi dibanding kontrol. KOMPIJAS terbukti efektif mempercepat perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai stimulasi dini yang mendukung kualitas tumbuh kembang optimal.