p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Rahmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi KOMPIJAS terhadap Percepatan Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 3–6 Bulan Fitriana Sindi; Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.415

Abstract

Perkembangan motorik kasar pada bayi usia 0-6 bulan merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Prevalensi gangguan perkembangan motorik di dunia mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sekitar 30% sementara di Indonesia menunjukkan sekitar 12,8% balita mengalami gangguan perkembangan. Tertundanya satu bulan dalam merangkak dapat meningkatkan risiko gangguan motorik kasar sebesar 5,3% hingga 14,0%, sementara keterlambatan berjalan dapat meningkatkan risiko gangguan motorik kasar sebesar 13,3%. Faktor pemicu keterlambatan perkembangan motorik kasar pada bayi adalah kurangnya stimulasi dari pengasuh dan orang tua, serta kelainan pada tonus otot. Intervensi KOMPIJAS (Kombinasi Pijat Bayi dan ASI Eksklusif) sebagai stimulasi taktil yang meningkatkan sirkulasi darah dan kekuatan otot dikombinasikan dengan pemberian ASI eksklusif yang mengandung nutrisi esensial seperti DHA dan AA yang mendukung perkembangan sistem saraf motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi pijat bayi dan ASI eksklusif terhadap percepatan perkembangan motorik kasar bayi usia 3-6 bulan. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design pada 40 bayi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat pijat bayi 3 kali per minggu selama 4 minggu serta ASI eksklusif sejak lahir. Instrumen yang digunakan adalah Denver II Developmental Screening Test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada perkembangan motorik kasar kedua kelompok (p = 0.000), dengan rata-rata peningkatan lebih besar pada kelompok intervensi dibanding kontrol. KOMPIJAS terbukti efektif mempercepat perkembangan motorik kasar bayi usia 3–6 bulan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai stimulasi dini yang mendukung kualitas tumbuh kembang optimal.
Peran Baby Safety Care Dalam Peningkatan Budaya Patient Safety Pada Bidan Di Kota Samarinda Siti Saidah; Dian Samtyaningsih; Herni Johan; Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.479

Abstract

Setiap ibu hamil memiliki risiko sebesar 8,6% mengalami insiden yang salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan bidan mengenai patient safety, sehingga diperlukan strategi intervensi yang mampu meningkatkan budaya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Baby Safety Care terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sebanyak 34 bidan dilibatkan sebagai sampel penelitian, yang kemudian dibagi ke dalam kelompok intervensi menggunakan aplikasi Baby Safety Care dan kelompok kontrol menggunakan buku. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan budaya patient safety yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata budaya patient safety antara sebelum dan sesudah intervensi, di mana kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001 pada kelompok yang menggunakan aplikasi Baby Safety Care, sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan buku diperoleh nilai p sebesar 0,152. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Baby Safety Care memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan, sementara penggunaan buku tidak memberikan perubahan yang bermakna. Berdasarkan perbandingan nilai mean difference, intervensi melalui aplikasi Baby Safety Care terbukti lebih efektif dibandingkan dengan intervensi menggunakan buku dalam meningkatkan pemahaman dan praktik budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi berbasis digital dapat menjadi solusi strategis untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kebidanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien. Dengan demikian, aplikasi Baby Safety Care berpotensi diintegrasikan dalam program pelatihan maupun pembelajaran berkelanjutan bagi bidan sebagai upaya membangun budaya patient safety yang lebih kuat di tingkat pelayanan kesehatan dasar.