Setiap ibu hamil memiliki risiko sebesar 8,6% mengalami insiden yang salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan bidan mengenai patient safety, sehingga diperlukan strategi intervensi yang mampu meningkatkan budaya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Baby Safety Care terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sebanyak 34 bidan dilibatkan sebagai sampel penelitian, yang kemudian dibagi ke dalam kelompok intervensi menggunakan aplikasi Baby Safety Care dan kelompok kontrol menggunakan buku. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan budaya patient safety yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata budaya patient safety antara sebelum dan sesudah intervensi, di mana kelompok intervensi menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001 pada kelompok yang menggunakan aplikasi Baby Safety Care, sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan buku diperoleh nilai p sebesar 0,152. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Baby Safety Care memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan budaya patient safety pada bidan, sementara penggunaan buku tidak memberikan perubahan yang bermakna. Berdasarkan perbandingan nilai mean difference, intervensi melalui aplikasi Baby Safety Care terbukti lebih efektif dibandingkan dengan intervensi menggunakan buku dalam meningkatkan pemahaman dan praktik budaya patient safety pada bidan di Kota Samarinda. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi berbasis digital dapat menjadi solusi strategis untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kebidanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien. Dengan demikian, aplikasi Baby Safety Care berpotensi diintegrasikan dalam program pelatihan maupun pembelajaran berkelanjutan bagi bidan sebagai upaya membangun budaya patient safety yang lebih kuat di tingkat pelayanan kesehatan dasar.