Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan asupan optimal bagi bayi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan terhadap infeksi. Meskipun Kabupaten Sleman mencatat cakupan ASI eksklusif tertinggi di Provinsi DIY, masih ditemukan ibu yang belum berhasil memberikan ASI secara eksklusif. Karakteristik ibu seperti usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan paritas diduga berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 266 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6–12 bulan diambil secara random sampling dari total populasi 794 ibu menyusui di Puskesmas Sleman. Data sekunder diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Mayoritas responden berada pada kelompok usia 20–35 tahun (60,9%), berpendidikan tinggi (62,8%), tidak bekerja (60,5%), dan memiliki anak 2–4 (75,9%). Sebanyak 61,3% ibu berhasil memberikan ASI eksklusif. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), dan paritas (p=0,000) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sleman Yogyakarta. Upaya intervensi perlu difokuskan pada kelompok ibu dengan karakteristik tidak ideal melalui edukasi, pendampingan, dan dukungan lingkungan.