Amalia Widyawaty
Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Magister Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi Dengan Kinerja Perawat Instalasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Tangerang Amalia Widyawaty; Elise Garmelia; Eka Yoshida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Budaya organisasi dalam penelitian ini mencakup tuntutan kerja, hubungan interpersonal, dukungan kerja, dan lingkungan kerja, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja perawat. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh 47 perawat instalasi rawat jalan sebagai sampel (total sampling). Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach Alpha > 0,70). Data dikumpulkan melalui kuesioner, diolah dengan tahapan editing, coding, scoring, entry, dan tabulasi, serta dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi Square dan Wilcoxon), dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (Nagelkerke R² = 0,313; p = 0,017). Secara parsial, dukungan kerja terbukti berpengaruh signifikan (p = 0,031; OR = 2,29; CI 95% = 1,08–4,86), sedangkan tuntutan kerja (p = 0,822), hubungan interpersonal (p = 0,139), dan lingkungan kerja (p = 0,258) tidak berpengaruh secara parsial. Kesimpulannya, budaya organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan dukungan kerja menjadi faktor dominan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat budaya organisasi melalui peningkatan dukungan manajemen, komunikasi interpersonal, serta penataan beban kerja yang proporsional.