Eka Yoshida
Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Magister Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi Dengan Kinerja Perawat Instalasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Tangerang Amalia Widyawaty; Elise Garmelia; Eka Yoshida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Budaya organisasi dalam penelitian ini mencakup tuntutan kerja, hubungan interpersonal, dukungan kerja, dan lingkungan kerja, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja perawat. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh 47 perawat instalasi rawat jalan sebagai sampel (total sampling). Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach Alpha > 0,70). Data dikumpulkan melalui kuesioner, diolah dengan tahapan editing, coding, scoring, entry, dan tabulasi, serta dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi Square dan Wilcoxon), dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (Nagelkerke R² = 0,313; p = 0,017). Secara parsial, dukungan kerja terbukti berpengaruh signifikan (p = 0,031; OR = 2,29; CI 95% = 1,08–4,86), sedangkan tuntutan kerja (p = 0,822), hubungan interpersonal (p = 0,139), dan lingkungan kerja (p = 0,258) tidak berpengaruh secara parsial. Kesimpulannya, budaya organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan dukungan kerja menjadi faktor dominan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat budaya organisasi melalui peningkatan dukungan manajemen, komunikasi interpersonal, serta penataan beban kerja yang proporsional.
Comparative Analysis of Actual Costs and INA-CBGs Tariffs for Hemodialysis Services at Haji Abdul Manan Simatupang Regional General Hospital Ayu Puspita; Ani Nuraini; Eka Yoshida
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 5 No. 03 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID), March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Outpatient hemodialysis is a high-cost chronic service that may generate a gap between actual hospital costs and the INA-CBGs reimbursement tariff under the JKN scheme. This study aimed to calculate the unit actual cost of outpatient hemodialysis, compare it with the INA-CBGs tariff, identify dominant cost components, and explore managerial strategies to address cost discrepancies. A mixed-methods approach was conducted at RSUD Haji Abdul Manan Simatupang from January to September 2025, combining quantitative cost and service-volume analysis with qualitative semi-structured interviews. Normality was tested using Shapiro–Wilk and differences were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. A total of 4,810 sessions were recorded, with total actual costs of IDR 4,193,552,621 and an average unit cost of IDR 871,840 per session, exceeding the INA-CBGs tariff of IDR 841,900. The average gap was IDR 29,940 per session, with deficits in 7 of 9 months. The difference was statistically significant (p=0.021). Consumables (BMHP) were the primary cost driver (60%). Strategic responses included consumable cost control, standardized clinical pathways, digital monitoring, capacity optimization, strengthened claims management, and capital planning. These findings highlight the need for strengthened cost governance to ensure financial sustainability and service quality.