p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Nurul Kurniati
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Perubahan Berat Badan Akseptor Di Puskesmas Umbulharjo I Aqila Hana Amadea; Ismarwati; Nurul Kurniati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.329

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan adalah salah satu metode yang banyak diminati dan praktis digunakan oleh wanita untuk mencegah kehamilan. Namun, salah satu efek samping yang sering dilaporkan oleh pengguna kontrasepsi ini adalah perubahan berat badan. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan hormon progesteron yang dapat meningkatkan nafsu makan dan mengubah metabolisme tubuh, sehingga memicu penumpukan lemak. Perubahan ini menjadi keluhan yang signifikan dan menjadi alasan utama penghentian penggunaan kontrasepsi oleh sebagian wanita. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan pada akseptor di Puskesmas Umbulharjo I. Metode penelitian ini berupa deskriptip korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Umbulharjo I, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder, yaitu melalui telaah rekam medis akseptor, serta perubahan berat badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden yang telah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan selama > 2 tahun sebanyak 44 responden (55,0%) mengalami kenaikan berat badan naik 33 responden (41,3%), serta responden yang menggunakan kontrasepsi < 2 tahun 36 (45,0%) mengalami penurunan berat badan sebanyak 11 responden (13,8%). Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan (p-value = 0,000) dan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,977 yang menunjukkan hubungan sangat kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan. Diharapkan bidan untuk mengevaluasi akseptor KB suntik 3 bulan yang telah menggunakannya >2 tahun dan mengalami peningkatan berat badan, serta mempertimbangkan pemberian alternatif metode kontrasepsi lain yang lebih sesuai.
Faktor Maternal Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR Di RSKIA Sadewa Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Adinda Helminiya Putri; Nurul Kurniati; Fayakun Nur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.359

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator utama kesehatan neonatal dan berkontribusi signifikan terhadap Angka Kematian Bayi (AKB). BBLR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor maternal seperti usia kehamilan, paritas, status gizi, dan tingkat pendidikan ibu. Data di RSKIA Sadewa Sleman menunjukkan peningkatan kasus BBLR dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia kehamilan, paritas, status gizi, dan pendidikan ibu dengan kejadian BBLR di RSKIA Sadewa, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 192 responden yang dibagi dalam kelompok kasus (ibu dengan bayi BBLR) dan kontrol (ibu dengan bayi BBLN) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Sumber data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan (p=0,000), paritas (p=0,000), status gizi (p=0,000), dan pendidikan ibu (p=0,000) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: Usia kehamilan, paritas, status gizi  dan pendidikan ibu merupakan faktor maternal yang berisiko signifikan terhadap kejadian BBLR. Upaya promotif dan preventif perlu difokuskan pada pemantauan usia kehamilan, edukasi tentang paritas ideal, pemenuhan status gizi selama kehamilan dan pemberian informasi sesuai dengan tingkat pendidikan.