Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Predisposisi Yang Mempengaruhi Financial Toxicity Pada Pasien Kanker Di RSUD Brigjen H. Hasan Basri Kandangan Novie Ahdiyat; Yati Afianti; Hiryadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.330

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan negara berpenghasilan rendah dan menengah menghadapi beban biaya pengobatan yang sangat besar. Kondisi ini menimbulkan Financial toxicity, yaitu tekanan finansial akibat biaya perawatan kanker yang berdampak pada kualitas hidup, kepatuhan pengobatan, dan hasil klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposisi yang memengaruhi Financial toxicity pada pasien kanker di RSUD Brigjen H. Hasan Basri Kandangan, sekaligus mengidentifikasi rata-rata tingkat Financial toxicity dan faktor yang paling dominan berpengaruh. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Comprehensive Score for Financial toxicity (COST), sedangkan analisis dilakukan melalui uji univariat, bivariat dengan korelasi Spearman, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Financial toxicity dengan pendapatan (p=0,000), tingkat pendidikan (p=0,002), dan metastasis (p=0,000). Rata-rata skor Financial toxicity responden berada pada kategori tinggi, menandakan besarnya beban finansial yang ditanggung pasien. Analisis regresi logistik menegaskan bahwa pendapatan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi Financial toxicity. Temuan ini menjawab seluruh pertanyaan penelian tentang faktor predisposisi yang signifikan adalah pendapatan, pendidikan, dan metastasis; Rerata Financial toxicity berada pada kategori tinggi; dan Pendapatan menjadi determinan utama. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan, perluasan cakupan jaminan kesehatan, serta edukasi finansial bagi pasien berpenghasilan rendah untuk menekan dampak Financial toxicity dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.
Analisis Faktor Kinerja Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pambalah Batung Patriyani; Yati Afianti; Hiryadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.331

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan rumah sakit sekaligus cerminan langsung dari kinerja perawat yang menjadi tenaga kesehatan dengan interaksi paling intensif. Di RSUD Pambalah Batung, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat tahun 2023 sebesar 79,56 poin menunjukkan kategori “Baik”, namun masih terdapat kesenjangan mutu pada aspek kompetensi pelaksana. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien rawat inap serta mengidentifikasi faktor kinerja yang paling dominan berpengaruh. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 138 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Kinerja perawat diukur melalui lima dimensi utama yaitu kualitas kerja, komunikasi, ketepatan waktu, kemampuan, dan inisiatif, sedangkan kepuasan pasien dinilai dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk hubungan bivariat dan regresi logistik untuk menentukan faktor dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai kinerja perawat baik pada seluruh dimensi, dan sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap pelayanan keperawatan (80,4%). Analisis statistik membuktikan bahwa semua dimensi kinerja berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p<0,05). Inisiatif perawat muncul sebagai faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,719 (CI 95%=2,477–24,054; p<0,001), yang berarti pasien delapan kali lebih berpeluang puas apabila dilayani oleh perawat dengan inisiatif tinggi. Temuan ini sejalan dengan Expectancy-Disconfirmation Theory dari Oliver yang menegaskan bahwa kepuasan timbul ketika pelayanan memenuhi atau melampaui harapan, serta memperkuat teori caring Jean Watson yang menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan komunikasi terapeutik dalam membentuk pengalaman positif pasien. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan keperawatan perlu diarahkan pada penguatan sikap proaktif, komunikasi empatik, dan perilaku caring, di samping kompetensi teknis, agar kepuasan pasien dapat semakin optimal.
Association Between Parenting Style and Stunting Among Under-Five Children in the Service Area of Alalak Selatan Community Health Center, Banjarmasin Devy Sfitri; Rolly Marwan Mathuridy; Linda; Hiryadi
Papua Medicine and Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (Juni 2026) : Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v3i1.54

Abstract

Stunting is a chronic growth disorder among under-five children caused by chronic undernutrition and recurrent infections. Parenting style has been identified as one of the factors associated with stunting. This study aimed to examine the association between parenting style and stunting among under-five children in the service area of Alalak Selatan Community Health Center, Banjarmasin. A descriptive correlational study with a cross-sectional design was conducted among 60 parents of children aged 24–60 months selected using a total sampling technique. Data were collected using a parenting style questionnaire and children's height measurements and were analyzed using Spearman's rank correlation test. Permissive parenting was the most common parenting style (50.0%), and most under-five children were not stunted (72.0%). A significant association was found between parenting style and stunting (p < 0.001; r = 0.598), indicating a moderate correlation. Better parenting practices were associated with a lower risk of stunting. Strengthening parental education on appropriate parenting practices may support stunting prevention.
Combined Isometric Handgrip Exercise and Slow Deep Breathing for Blood Pressure Reduction: A Family Nursing Case Study Afif Azhar Abulkhair Jayadie; Hiryadi; Sri Sundari
Papua Medicine and Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (Juni 2026) : Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v3i1.81

Abstract

Hypertension requires continuous management, and family involvement may support self-care and sustained blood pressure control at home. This study aimed to describe the application of combined isometric handgrip exercise and slow deep breathing for blood pressure reduction within the context of family nursing care in a patient with hypertension. This single-case study involved a 59-year-old woman with a five-year history of hypertension. The combined intervention was implemented for 15–20 minutes daily over five consecutive days, with blood pressure measured before and after each session. The patient's blood pressure changed from 193/108 mmHg before the intervention on the first day to 164/92 mmHg after the intervention on the fifth day. The patient also reported reduced shortness of breath and tingling in the right leg, improved sleep quality, and an increased ability to perform the exercise independently. Family members participated by accompanying and encouraging the patient and supporting dietary changes. Combined isometric handgrip exercise and slow deep breathing may be considered an adjunctive non-pharmacological approach within family nursing care for patients with hypertension.