Noor Anisa
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Persiapan Menyusui melalui Pelatihan Teknik Menyusui yang Benar Menggunakan Video Edukasi Sebagai Media Komunikasi Efektif di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Siti Fatimah; Darmayanti Wulandatika; Mahfuzhah Deswita Putri; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Nelly Mariati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4103

Abstract

Breast milk is an excellent source of nutrition for infants, providing a balanced composition that meets their growth needs. In several regions of South Kalimantan, the coverage of exclusive breastfeeding remains low. In Banjar Regency, the coverage of exclusive breastfeeding reached 82.1% in 2020. Failure to provide exclusive breastfeeding can potentially lead to nutrient deficiencies in infants. This community service aims to enhance knowledge about proper breastfeeding techniques to raise awareness and prepare mothers for breastfeeding before childbirth. Implementation Method: This activity employs training, Q&A sessions, and group viewing of educational videos on proper breastfeeding techniques. Results and Conclusions: The activity led to an increase in knowledge and skills regarding proper breastfeeding techniques. The participants consisted of 15 pregnant women. Among all respondents, the pre-test results showed that the understanding and skills in proper breastfeeding techniques were at 54%. After the post-test, the respondents' understanding increased to 72%, reflecting an 18% improvement. It is hoped that this community service will be beneficial and help in realizing a healthy and intelligent generation through optimal breastfeeding.
Hubungan Paritas Dan Usia Ibu Dengan Kejadian Sectio Caesarea Di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2023 Norbaiti Norbaiti; Rr. Sri Nuriaty; Didi Ariady; Noor Anisa
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.171

Abstract

Sectio Caesarea (SC) is a delivery method in which the baby is born through an incision in the abdominal wall and the opened or incised uterus, while keeping the uterus intact. In recent years, normal childbirth has been considered risky and challenging, leading to the emergence of cesarean section as an alternative option for some women undergoing labor and delivery. High-risk childbirth can have adverse effects on both the baby and the mother. The repeated pregnancies can weaken the uterus, causing complications in both pregnancy and delivery. Therefore, appropriate measures are necessary to save both the baby and the mother. The aim of this research is to determine the relationship between parity and maternal age with the incidence of cesarean section at Ulin Regional General Hospital in Banjarmasin. The research method used is a descriptive correlational approach, conducted in October 2023. The population in this study includes all patients who delivered through the CS method at Ulin Regional General Hospital in Banjarmasin, with the sample taken from the entire population that meets the criteria or saturation sample criteria. The data used are secondary data that already exist. Based on the results of the Chi-Square statistical analysis, the p-value is 0.000 < α (0.05), thus it can be concluded that H0 is rejected, and Ha is accepted, indicating a relationship between parity and maternal age with the incidence of cesarean section at Ulin Regional General Hospital in Banjarmasin.
INTERVENSI MAKANAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 9 NOPEMBER Ulya Karimah; Rr Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Lisdha Yantie
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1757

Abstract

Latar Belakang: Balita yang kekurangan gizi lebih rentan terhadap infeksi menular, kelainan pertumbuhan, dan keterlambatan perkembangan kognitif. Untuk meningkatkan status gizi balita, Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis lokal merupakan intervensi strategis. Namun demikian, penilaian empiris tentang efektivitas kontekstual PMT lokal di wilayah kerja Puskesmas 9 Nopember masih diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh intervensi makanan lokal sebagai upaya peningkatan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas 9 Nopember Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Jumlah subjek penelitian sebanyak 45 balita dengan status gizi kurang yang dipilih dari total sampel. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri berat badan menurut tinggi badan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada status gizi balita setelah intervensi (p = 0,001), dengan skor Z W/H meningkat pada 35 anak, menurun pada 7 anak, dan tidak berubah pada 3 anak. Kesimpulan: PMT lokal merupakan intervensi gizi yang efektif untuk meningkatkan status gizi balita.Kata kunci: intervensi; makanan lokal; status gizi; balita; gizi kurang
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Tahun 2025 Nor Cahaya; Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Kristina Yuniarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1194

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah operasi persalinan yang dilakukan jika terdapat kondisi obstetri yang berisiko bagi ibu maupun janin sehingga tidak dapat melakukan persalinan pervaginam. Meskipun prosedur ini berperan penting dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi pada kasus dengan indikasi medis, peningkatan angka persalinan melalui Sectio Caesarea dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi apabila dilakukan tanpa indikasi yang tepat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan kejadian Sectio Caesarea pada ibu bersalin di Rumah Sakit Islam Banjarmasin pada tahun 2025. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat berbantu SPSS. Data penelitian bersumber dari rekam medis ibu bersalin yang dipilih melalui teknik purposive sampliSebagian besar responden berada pada kelompok usia tidak berisiko (20–35 tahun), yaitu sebanyak 219 orang (72,8%), memiliki paritas tidak berisiko (2–3 kali kehamilan) sebanyak 159 orang (52,8%), tidak memiliki riwayat Sectio Caesarea sebanyak 224 orang (74,4%), merupakan peserta BPJS sebanyak 294 orang (97,7%), serta menjalani persalinan melalui Sectio Caesarea sebanyak 267 orang (88,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,606), paritas (p=0,988), dan kepemilikan BPJS (p=0,145) dengan kejadian Sectio Caesarea (p>0,05). Sebaliknya, riwayat Sectio Caesarea berhubungan secara signifikan dengan kejadian Sectio Caesarea (p<0,001). Implikasi penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar ilmiah dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan perencanaan pelayanan kebidanan serta obstetri yang lebih efektif guna meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Fase Laten Dengan Induksi Di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Gina Kurnia Izhati; Nelly Mariati; Hiryadi; Noor Anisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1260

Abstract

Induksi pada kala I fase laten dapat meningkatkan kecemasan akibat kontraksi, ketidakpastian kemajuan pembukaan, serta kekhawatiran terhadap ibu dan janin. Faktor yang dikaji meliputi usia, pendamping persalinan, dan komunikasi tenaga kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara usia ibu bersalin kala I fase laten dengan induksi, pendamping persalinan, dan komunikasi tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin. Metode penelitian yang diterapkan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi studi mencakup ibu bersalin kala I fase laten yang menerima induksi, dan melalui teknik total sampling diperoleh sampel akhir sebanyak 30 responden. Pengumpulan data berlangsung dalam rentang waktu Mei sampai Juni 2026. Data penelitian dikumpulkan melalui dua sumber, yakni rekam medis dan kuesioner. Instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kecemasan (p = 0,004), pendamping persalinan dengan kecemasan (p < 0,001), serta komunikasi tenaga kesehatan dengan kecemasan (p < 0,001). Secara spesifik, ibu yang termasuk dalam kategori usia berisiko, ibu yang tidak memperoleh pendampingan selama persalinan, dan ibu yang mempersepsikan komunikasi tenaga kesehatan sebagai kurang memadai menunjukkan proporsi kecemasan berat yang lebih tinggi. Pendampingan persalinan dan komunikasi terapeutik terbukti berkontribusi dalam meningkatkan rasa aman serta kapasitas ibu dalam menghadapi prosedur induksi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa usia, pendamping persalinan, dan komunikasi tenaga kesehatan merupakan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin kala I fase laten yang menjalani induksi.