Afifah Rohmanita
Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang I Afifah Rohmanita; Wasis Eko Kurniawan; Madyo Maryoto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.348

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan berisiko menjadi faktor  utama  terjadinya  komplikasi  kardiovaskular, seperti  stroke, penyakit  jantung, dan  gagal  ginjal  apabila  tidak  ditangani  dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan  gerontic  terapi  penerapan  Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada Ny. R dengan hipertensi di wilayah kerja  Puskesmas  Sumbang  1. Metode  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif  melalui  pendekatan  studi  kasus  melalui  proses  pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan  evaluasi. Intervensi  utama  berupa latihan  Slow  Deep Breathing  yang  dilakukan  secara  rutin  selama  tiga  hari  dengan  pendampingan  keluarga. Hasil  penelitian  menunjukkan  adanya  penurunan  tekanan  darah  secara  bertahap  setelah  pasien  melakukan  latihan  tersebut. Pada hari pertama tekanan  darah  pasien  masih  relatif  tinggi, namun  setelah  dilakukan  Slow Deep  Breathing  tampak  adanya penurunan  meskipun  belum  signifikan. Pada  hari  kedua, terjadi  penurunan  yang lebih nyata baik pada tekanan  darah  sistolik  mapupun  diastolik, disertai  dengan  laporan  pasien merasa lebih rileks, nyaman, dan  berkurangnya keluhan  sakit  kepala. Pada  hari ketiga, tekanan darah pasien berada pada kisaran yang mendekati target normal yaitu 140/80  mmHg, yang  menunjukan bahwa latihan Slow Deep Breathing memberikan efek relaksasi dan membantu menurunkan  tekanan  darah  secara  konsisten. Kesimpulannya, Slow Deep Breathing efektif membantu menurunkan tekanan darah pada pasien  hipertensi  dan  dapat  dijadikan  terapi  nonfarmakologis  sederhana  dalam  praktik  keperawatan. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah subjek yang terbatas pada  sau  pasien, waktu pelaksanaan  yang  dingat, serta  adanya kemungkinan subjektivitas pasien dalam melakukan latihan, sehingga diperlukan penelitian  lanjutan  dengan  responden lebih banyak dan waktu intervensi yang lebih panjang.