p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Antara Lama Hari Hospitalisasi Anak Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Di Ruang Topaz RS IHC Lavalette Malang Tahun 2025 Nur Aini Isma; Erlina Suci Astuti; Nurul Pujiastuti; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.387

Abstract

Hospitalisasi pada anak tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan psikologis anak, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional orang tua, salah satunya berupa kecemasan yang dapat dipengaruhi oleh lama rawat inap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hospitalisasi anak usia 6–12 tahun dengan tingkat kecemasan orang tua di Ruang Rawat Inap Anak Topaz IHC RS Lavalette Malang. Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan metode purposive, dan jumlah sampel 30 responden sesuai perhitungan rumus Slovin. Variabel independen adalah lama hospitalisasi anak, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan orang tua. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,809 yang berarti hubungan sangat kuat dengan p value = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara lama hospitalisasi anak dengan tingkat kecemasan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kecemasan adalah pemberian edukasi oleh tim medis, gizi, dan keperawatan terkait kondisi, perawatan, serta kebutuhan nutrisi anak selama dirawat.
Hubungan Penggunaan Patient Transfer Board Pada Tahap Pra Operasi Dengan Tingkat Nyeri Dan Kenyamanan Pasien Di Ruang IB RS Wava Husada Anjas Sitares; Nurul Hidayah; Supono; Naya Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.388

Abstract

Nyeri dan ketidaknyamanan merupakan masalah yang sering dialami pasien saat proses pemindahan atau transfer bed di ruang bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan patient transfer board pada tahap pra operasi dengan tingkat nyeri dan kenyamanan pasien di ruang IB RS Wava Husada Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pasien pra operasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara penggunaan patient transfer board dengan tingkat nyeri pasien dengan nilai koefisien korelasi -0,600 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta hubungan yang kuat antara penggunaan patient transfer board dengan tingkat kenyamanan pasien dengan nilai korelasi 0,614 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan patient transfer board berperan penting dalam mengurangi tingkat nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemindahan pra operasi. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu pemindahan pasien seperti patient transfer board direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam pelayanan keperawatan di ruang bedah guna mendukung keselamatan dan kenyamanan pasien.
Hubungan Perilaku Self Management Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Cisadea Kota Malang Kharisma Rindi Fitriani; Erlina Suci Astuti; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1045

Abstract

Pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes MellitusTipe 2 masih menjadi tantangan di Puskesmas Cisadea. Studi pendahuluanmenunjukkan banyak pasien datang dengan gula darah tinggi akibat pola makanyang tidak teratur, rendahnya frekuensi kontrol kesehatan, ketidakpatuhankonsumsi obat, serta kurangnya pemantauan gula darah mandiri. Aktivitas fisikyang minim juga memperburuk kondisi pasien. Permasalahan-permasalahan inimengindikasikan bahwa perilaku self management pasien belum optimal sehinggaberdampak pada tidak terkendalinya kadar gula darah. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku self management dengankadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja PuskesmasCisadea Kota Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain analitikkorelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 115responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitianberupa kuesioner DSMQ serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakanglukometer digital. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkatsignifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritasresponden memiliki perilaku self management baik (81,7%), dan 65,2% diantaranya memiliki kadar gula darah terkontrol. Uji Chi-Square menghasilkannilai p = 0,002 yang menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku selfmanagement dan kadar gula darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yangsignifikan antara perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasienDiabetes Mellitus Tipe 2. Pasien dengan perilaku self management yang baikcenderung memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol. Peningkatan edukasidan pendampingan pasien perlu dilakukan untuk memperkuat perilaku selfmanagement sebagai bagian dari pengendalian penyakit diabetes secaraberkelanjutan.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Restriksi Cairan Pada Pasien Hemodialisis Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Chiesa Nadia Putri Benno; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1060

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yangmemerlukan terapi hemodialisis seumur hidup. Kepatuhan terhadap restriksi cairanmenjadi aspek penting dalam mencegah peningkatan interdialytic weight gain(IDWG) dan komplikasi serius. Namun, ketidakpatuhan masih sering terjadi padapasien hemodialisis. Efikasi diri merupakan faktor psikologis yang diyakiniberperan dalam membentuk perilaku kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan restriksi cairanpada pasien hemodialisis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode: Penelitian inimenggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 83 pasien gagal ginjal kronik yang menjalanihemodialisis dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkanmenggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner kepatuhan restriksi cairan yangtelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkanbahwa sebagian besar responden memiliki tingkat efikasi diri kategori sedang(38,6%) dan kepatuhan restriksi cairan kategori cukup patuh (41,0%). Uji SpearmanRank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengankepatuhan restriksi cairan dengan nilai koefisien korelasi r = 0,909 dan nilaisignifikansi p &lt; 0,001, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangatkuat. Semakin tinggi tingkat efikasi diri pasien, maka semakin tinggi pula tingkatkepatuhan terhadap pembatasan cairan. Diskusi: Peningkatan efikasi diri melaluistrategi pengaturan asupan cairan seperti edukasi berulang, pemantauan asupancairan harian, pembatasan natrium, serta dukungan psikososial diharapkan dapatmeningkatkan kepatuhan restriksi cairan dan mencegah komplikasi pada pasienhemodialisis.