p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Pengawasan Pengelolaan Obat Oleh Balai POM Bogor Aeni Kusno; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah; Defita Roza; Ester Junita Sinaga
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.391

Abstract

Pengawasan pengelolaan obat merupakan upaya krusial untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat yang beredar di masyarakat. Balai POM Bogor memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengawasan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang memiliki tantangan distribusi obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengawasan pengelolaan obat yang diterapkan oleh Balai POM Bogor dengan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan yaitu observasi/wawancara dilanjutkan dengan pemetaan strategi prioritas melalui Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada pada kuadran III (turn-around strategy), yang mencerminkan tingginya peluang eksternal namun masih dihadapkan pada kelemahan internal yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah Balai POM Bogor memiliki kekuatan ( Kewenangan hukum, kolaborasi lintas sektor, dukungan sistem informasi), Kelemahan ( Keterbatasan dana operasional dan kurangnya fasilitas), Peluang (Edukasi publik melalui media sosial, program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)), dan Ancaman (Adanya potensi gratifikasi kepada aparat penegak hukum). Dari Matriks QSPM, lima strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) pengajuan dukungan dana tambahan untuk pembangunan gedung dan laboratorium, (2) pemanfaatan kerja sama lintas sektor dan teknologi digital, (3) pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan program ABSO, (4) penyusunan edukasi berbasis komunitas, serta (5) pemanfaatan UU BPOM untuk memperkuat sarana dan prasarana pengawasan.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik Yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B) Nur Aliyah Husna; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.402

Abstract

Kosmetik telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern. Namun demikian, produk ilegal maupun yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna Merah K10 (Rhodamin B) masih beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk meluncurkan dan merancang strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam menekan peredaran kosmetik yang mengandung Rhodamin B. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif melalui teknik SWOT dan Matriks QSPM. Berdasarkan analisis SWOT, posisi strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan titik koordinat (0,15; 0,12), yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dapat dioptimalkan untuk meraih peluang eksternal. Namun, hasil perhitungan QSPM menunjukkan perbedaan, dimana strategi WT memperoleh skor tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dipilih adalah Strategi 1 (TAS 11,32), Strategi 2 (TAS 11,15), dan Strategi 10 (TAS 10,90). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi strategi SO dan WT sebaiknya diterapkan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga untuk menutupi kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengawasan dan meningkatkan perlindungan konsumen terhadap paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.