Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Nyeri Post Sectio Caesarea Menggunakan Teknik Mobilisasi Dini di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Dhea Oktaviani; Ema Wahyu; Ikit Netra Wirakhmi; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.413

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tindakan sectio caesarea (SC) dapat diindikasikan oleh faktor janin dan faktor ibu. Jumlah persalinan sectio caesarea (SC) di Indonesia mencapai sekitar 30- 80% dari total persalinan. Nyeri pasca operasi sectio caesarea sering dialami oleh pasien karena adanya luka bedah pada jaringan perut dan rahim. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri ini adalah dengan mobilisasi dini, yaitu menggerakkan tubuh, seperti duduk atau berjalan perlahan, sesegera mungkin setelah operasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus dalam bentuk deskriptif. Diagnosis keperawatan yang ditetapkan adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan program pembatasan gerak pasca operasi, Nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisik, Risiko infeksi berhubungan dengan pembedahan. Implementasi meliputi: observasi toleransi pasien terhadap aktivitas, memonitor tekanan darah, denyut nadi, dan kondisi umum selama mobilisasi, melatih pasien teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, melibatkan keluarga, edukasi tujuan dan prosedur mobilisasi dini, serta pemberian kolaborasi analgesik sesuai jadwal. Evaluasi setelah 3x24 jam menunjukkan mobilitas pasien mulai meningkat, pasien mampu duduk di tepi tempat tidur dan berdiri dengan bantuan, nyeri menurun menjadi skala 3–4, namun pasien masih membutuhkan bantuan untuk berjalan jarak lebih jauh dan latihan mobilisasi lanjutan tetap diperlukan.
Gambaran Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Tentang Pemeriksaan LEMON Pada Pra Anestesi Lyna Lyvia Br.Hutagaol; Septian Mixrova Sebayang; Ema Wahyu
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.335

Abstract

Background: The LEMON assessment serves as a reliable predictor to identify intubation difficulties in airway evaluation, neck mobility limitation being the most important factor associated with intubation challenges. The LEMON assessment is important for anesthesiology students to learn to be able to recognize potential difficulties when intubating, especially in patients with unexpected conditions. Objective: This study aims to determine the level of knowledge and skills of anesthesiology nursing students at Harapan Bangsa University about the LEMON assessment in pre-anesthesia. Method: This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a proportionate simple random sampling technique, with a total of 68 respondents of anesthesiology nursing students level II. Data collection was carried out using questionnaires and OSCE checklist observations. Result: The results of this study showed that the average age of respondents was 19.63 years, the youngest age was 18 years old, and the oldest age was 22 years old. The majority of respondents were female, as many as 47 respondents (61.1%). The majority of students have good knowledge, as many as 45 respondents (66.2%), and skills categorized as skilled, as many as 57 respondents (83.8%). Conclution: The findings of this study indicate that the majority of students have good knowledge and skills in performing the LEMON assessment. keyword : Lemon Examination, Knowledge, Skills, Pra-anesthesia