Hamsia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Pemanfaatan Jahelato Sebagai Terapi Alami Untuk Menurunkan Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Di Kota Samarinda Wenty Ika Ariani; Dwi Riyan Ariestantia; Desta Amelia Putri; Hamsia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.419

Abstract

Latar Belakang: Nyeri menstruasi atau dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk belajar dan bersosialisasi. Terapi konvensional seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) memang efektif, namun dapat menimbulkan efek samping gastrointestinal dan resistensi jika digunakan jangka panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif terapi alami yang aman dan mudah diterima oleh remaja. Jahe (Zingiber officinale) diketahui memiliki efek antiinflamasi, analgetik, dan antispasmodik yang dapat menurunkan nyeri menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas es krim jahe (JaheLato) sebagai inovasi terapi alami terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel berjumlah 200 remaja putri berusia 13–18 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (JaheLato) dan kelompok kontrol (placebo). Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji paired t-test, uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, dan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan signifikan skor nyeri menstruasi dari 6,5 ± 1,2 menjadi 3,1 ± 1,0 (Δ = −3,4; p = 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol penurunan tidak signifikan dari 6,4 ± 1,3 menjadi 5,9 ± 1,2 (Δ = −0,5; p = 0,084). Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p = 0,000). Uji korelasi menunjukkan hubungan kuat dan negatif antara frekuensi konsumsi JaheLato dengan penurunan skor nyeri (r = −0,612; p = 0,000). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa JaheLato efektif menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri dan berpotensi menjadi terapi komplementer nonfarmakologis yang aman, alami, serta mudah diterima.