p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Muhamad Ali Jafar
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Latihan Zig-Zag Run Dan Three Corner Drill Terhadap Agility Pemain Sepakbola Baturetno Football School U-16 Fachrizal Aditya Perdana; Muhamad Ali Jafar; Andry Ariyanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.457

Abstract

Agility merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam olahraga, terutama sepak bola, karena berperan dalam kemampuan pemain untuk bergerak cepat, menjaga keseimbangan, serta melakukan perubahan arah tanpa kehilangan kontrol tubuh. Peningkatan agility dapat dicapai melalui program latihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan Zig-zag run dan Three corner drill terhadap peningkatan agility pada pemain Baturetno Football School U-16. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 22 pemain laki-laki berusia 16 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok Zig-zag run mendapatkan latihan dengan dosis 8 detik × 3 repetisi, dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu (12 sesi latihan). Kelompok Three corner drill berlatih dengan frekuensi yang sama selama empat minggu dengan dosis 4 repetisi × 3 set berdurasi 8 detik pada minggu pertama dan disesuaikan sesuai program. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk melihat peningkatan dalam masing-masing kelompok dan independent t-test untuk mengetahui perbedaan antar kelompok, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis latihan memberikan peningkatan agility yang signifikan. Kelompok Zig-zag run memperoleh nilai p = 0,001, sedangkan Three corner drill memperoleh p = 0,002. Hasil independent t-test menunjukkan adanya perbedaan pengaruh yang signifikan (p = 0,042), di mana Zig-zag run memberikan peningkatan agility lebih besar. Kesimpulannya, kedua bentuk latihan efektif dalam meningkatkan agility pemain sepak bola usia 16 tahun, namun Zig-zag run terbukti lebih dominan dalam meningkatkan kemampuan perubahan arah cepat. Latihan ini direkomendasikan untuk digunakan secara konsisten dalam program pembinaan pemain muda.
Efektivitas Bridge Exercise dan Bird Dog Exercise terhadap Kemampuan Fungsional pada Pralansia dengan Low Back Pain Rahmada Hidayah Hidayah; Shofhal Jamil Shofhal; Muhamad Ali Jafar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.644

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab utama disabilitas. Kondisi ini banyak dialami pada kelompok usia pralansia akibat proses degeneratif, kelemahan otot penstabil tulang belakang, serta akumulasi beban mekanik. Low back pain dapat menurunkan kemampuan fungsional sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Latihan fisioterapi berupa latihan seperti bridge exercise dan bird dog exercise diketahui efektif meningkatkan fungsional pada pralansia yang mengalami low back pain, namun penelitian yang membandingkan efektivitas keduanya pada populasi pralansia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui efektivitas bridge exercise dan bird dog exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pralansia dengan low back pain serta membandingkan efektivitas kedua latihan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan two group pretest-posttest. Responden adalah pralansia usia 45–59 tahun yang mengalami low back pain di Puskesmas Gamping I. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok bridge exercise dan kelompok bird dog exercise. Latihan diberikan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran kemampuan fungsional menggunakan Oswestry Disability Index (ODI) dan Straight Leg Raise (SLR) sebelum dan sesudah latihan. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan efektivitas kedua latihan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bridge exercise dan bird dog exercise sama-sama efektif meningkatkan kemampuan fungsional pada pralansia dengan low back pain (p < 0,05). Terdapat perbedaan efektivitas antara kedua latihan, di mana bird dog exercise memberikan peningkatan kemampuan fungsional yang lebih besar dibandingkan bridge exercise. Kesimpulan: Kedua latihan efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada pralansia yang mengalami low back pain, namun bird dog exercise lebih efektif dibandingkan bridge exercise dalam meningkatkan fungsional pada pralansia yang mengalami low back pain.