Riami
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Self-Management Behaviour dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah Riami; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.501

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Di samping upaya medis, peran individu dalam manajemen hipertensi juga sangat penting. Perawatan hipertensi yang efektif mengharuskan pasien untuk bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan mereka dan mengikuti pedoman self-management. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan self-management behaviour dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di UPT Puskesmas Pujon Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desai analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling sejumlah 58 pasien hipertensi yang kontrol/menjalani pemeriksaan di UPT Puskesmas Pujon. Self-management behaviour diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan tekanan darah diukur menggunakan spigmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s rho dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien dengan self-management behaviour baik (65,5%) dan dengan hipertensi derajat 2 (67,2%). Tidak ada hubungan antara self-management behaviour dengan tekanan darah (p=0,076). Namun, ada hubungan signifikan aspek regulasi diri dari self-management dengan tekanan darah (p=0,001). Pasien dengan regulasi diri yang baik memiliki proporsi hipertensi tingkat 1 yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan regulasi diri kurang. Dari hasil ini, intervensi keperawatan pada pasien hipertensi di pelayanan primer perlu difokuskan pada penguatan regulasi diri, bukan hanya edukasi dan kepatuhan umum, untuk meningkatkan efektivitas self-management sehingga berdampak nyata pada pengendalian tekanan darah pasien.