p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Tien Aminah
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji (Junk Food) Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pra Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Bumiayu Kota Malang Nony Adelia Ardiana; Amin Zakaria; Tien Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.514

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji (junk food) yang tinggi gula, lemak jenuh, dan garam, namun rendah serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2, khususnya pada kelompok usia pra lansia yang mengalami penurunan fungsi metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi junk food dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Bumiayu, Kota Malang tepatnya di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 RW 1 dan Posyandu Lansia Anggrek RW 3. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pra lansia yang terdaftar di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 RW 1 dan Posyandu Lansia Anggrek RW 3 sebanyak 54 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pola konsumsi junk food diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 diukur menggunakan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola konsumsi makanan cepat saji (junk food) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,027; r = 0,300), dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin sering konsumsi junk food, maka semakin tinggi risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat serta pengendalian konsumsi junk food sebagai strategi pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada kelompok pra lansia di tingkat komunitas.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Rantau Tingkat Akhir S1 Keperawatan Di ITSK RS Dr. Soepraoen Malang Eko Hadisaputra; Tien Aminah; Aloysia Ispriantari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.547

Abstract

Mahasiswa rantau tingkat akhir rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan adaptasi lingkungan, sehingga dukungan sosial teman sebaya dipandang penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa rantau tingkat akhir S1 Keperawatan di ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 114 responden yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan kuesioner tingkat stres, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,882 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,014 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa rantau. Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori baik dan cukup, namun tetap berada pada tingkat stres sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa stres mahasiswa rantau tidak semata-mata dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti beban akademik, strategi koping, dan kemampuan adaptasi. Keterbatasan penelitian ini adalah penggunaan desain potong lintang sehingga tidak dapat menggambarkan hubungan kausal. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel psikologis lain dan menggunakan desain longitudinal. Simpulan penelitian ini adalah dukungan sosial teman sebaya tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada mahasiswa rantau tingkat akhir S1 Keperawatan di ITSK RS dr. Soepraoen Malang.
Hubungan Posisi Duduk Dengan Kejadian Shoulder Pain Pada Pekerja Wanita Di Pabrik Rokok Trubus Alami Silvy Audini; Maulana Arif M.; Tien Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.553

Abstract

Latar belakang: Shoulder pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja industri, khususnya pekerja wanita yang melakukan pekerjaan dengan posisi duduk dalam waktu lama dan bersifat repetitif. Posisi duduk yang tidak ergonomis dapat meningkatkan beban pada otot dan sendi bahu sehingga berisiko menimbulkan keluhan nyeri bahu. Penelitian ini memberikan fokus baru dengan menilai secara spesifik pengaruh posisi duduk terhadap kejadian shoulder pain pada pekerja wanita pabrik rokok, berbeda dari studi sebelumnya yang menilai keluhan muskuloskeletal secara umum atau di populasi industri lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi duduk dengan kejadian shoulder pain pada pekerja wanita di pabrik rokok. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pekerja wanita pabrik rokok yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner lembar kuisioner posisi duduk (modifikasi RULA dan REBA), serta instrumen Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) untuk mengukur kejadian nyeri bahu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bekerja dengan posisi duduk tidak ergonomis dan mengalami shoulder pain. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi duduk dengan kejadian shoulder pain pada pekerja wanita pabrik rokok (p-value = 0,004). Kesimpulan: Posisi duduk berhubungan secara signifikan dengan kejadian shoulder pain pada pekerja wanita pabrik rokok. Penerapan prinsip ergonomi pada posisi duduk kerja diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan untuk menurunkan risiko shoulder pain pada pekerja industri.
Hubungan Motivasi Akademik Dan Kelelahan Emosional Dengan Burnout Pada Mahasiswa Pendidikan Profesi ITSK RS. dr. Soepraoen Malang Estry Sekar Arum Budiani; Tien Aminah; Alfunnafi Fahrul Rizal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.557

Abstract

Mahasiswa pendidikan profesi kesehatan memiliki tuntutan akademik dan praktik klinik yang tinggi sehingga berisiko mengalami burnout. Burnout ditandai dengan kelelahan emosional, sikap sinis terhadap pembelajaran, serta penurunan pencapaian diri. Motivasi akademik dan kelelahan emosional merupakan faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi akademik dan kelelahan emosional dengan burnout pada mahasiswa pendidikan profesi di Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 119 mahasiswa pendidikan profesi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Academic Motivation Scale (AMS) digunakan untuk mengukur motivasi akademik, Emotional Exhaustion Scale (ECE) digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan emosional, dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) digunakan untuk mengukur tingkat burnout. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 119 responden, sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat motivasi akademik pada kategori sedang (84,0%), diikuti kategori tinggi (16,0%), dan tidak terdapat responden dengan motivasi akademik rendah. Berdasarkan tingkat kelelahan emosional, hampir setengah responden pada kategori tinggi (47,1%), diikuti kategori sedang (27,7%) dan kategori rendah (25,2%). Sementara itu, hasil distribusi tingkat burnout menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori tinggi (72,3%), diikuti kategori sedang (27,7%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara motivasi akademik dengan burnout (r = 0,669; p = 0,000) dan antara kelelahan emosional dengan burnout (r = -0,299; p = 0,015). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi akademik dan kelelahan emosional dengan tingkat burnout pada mahasiswa pendidikan profesi keperawatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pendampingan psikologis dan penguatan strategi koping adaptif untuk membantu mahasiswa dalam mengelola tuntutan akademik dan klinik selama menjalani pendidikan profesi.