Latar Belakang: Junk food merupakan makanan cepat saji yang semakin banyak dikonsumsi oleh kelompok usia dewasa seiring dengan gaya hidup praktis dan kemudahan akses makanan. Konsumsi junk food yang berlebihan berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan menjadi faktor risiko terjadinya hiperglikemia serta diabetes melitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengonsumsi junk food dengan kadar gula darah pada usia dewasa di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 97 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai kebiasaan konsumsi junk food serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18–30 tahun (66,0%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), memiliki tingkat pendidikan sedang (54,6%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (51,5%). Berdasarkan kebiasaan konsumsi junk food, sebanyak 48,5% responden termasuk kategori sering mengonsumsi junk food dan 51,5% jarang mengonsumsi junk food. Berdasarkan kadar gula darah, sebanyak 50,5% responden memiliki kadar gula darah normal, 32,0% memiliki kadar gula darah tinggi, dan 17,5% memiliki kadar gula darah rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,029 (< 0,05) yang menandakan terdapat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi junk food dengan kadar gula darah pada usia dewasa di Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Kebiasaan mengonsumsi junk food berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah pada usia dewasa. Namun demikian, kadar gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi junk food, melainkan juga oleh faktor lain seperti aktivitas fisik dan riwayat keluarga.